Hadiri Raker FGM GKI se-Tanah Papua di Teluk Bintuni, Ini Harapan Gubernur PBD Elisa Kambu !
TELUK BINTUNI, gardapapua.com —- Dalam konteks kepemimpinan daerah yang visioner, Gubernur Papua Barat Daya (PBD), Elisa Kambu menegaskan, pentingnya pembangunan karakter generasi muda Kristen yang berakar kuat pada nilai-nilai iman, agar mampu tampil sebagai teladan dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Elisa Kambu saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja I Dewan Pimpinan Pusat Forum Generasi Muda Gereja Kristen Injili di Tanah Papua yang berlangsung pada 29-30 Oktober 2026 di Gedung Serbaguna Kalikodok, Kabupaten Teluk Bintuni.
Di hadapan peserta yang berasal dari 70 klasis, 46 kabupaten kota, dan 6 provinsi se-Tanah Papua, Gubernur Elisa menekankan bahwa organisasi kepemudaan seperti Forum Generasi Muda GKI harus memiliki identitas dan karakter khas yang membedakannya dengan forum kepemudaan lainnya.
Identitas tersebut, kata dia, harus berlandaskan pada nilai-nilai Kristiani yang menjadikan Yesus Kristus sebagai pijakan utama dalam setiap gerak pelayanan dan karya.
“Kita FGM GKI harus punya identitas yang membedakan kita dengan forum yang lain. Identitas Kristiani di mana Yesus menjadi pijakan kita. Maka pemuda-pemuda yang gabung di sini harus tertib. Tertib dalam semua hal. Tertib kelakuan, tertib perilaku, semua harus tertib,”Ucap Gubernur PBD, Elisa Kambu.

Menurutnya, ketertiban adalah cerminan kedewasaan iman. Jika FGM GKI ingin dicintai, dihormati, dan disegani oleh pemerintah maupun masyarakat luas, maka seluruh anggotanya harus mampu mencerminkan pertumbuhan iman Kristiani yang mengedepankan kasih dalam tindakan nyata.
Pesan tersebut selaras dengan tema besar Raker I FGM GKI di Tanah Papua, yakni “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja, Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan”, yang dipadukan dengan subtema “FGM GKI Bergerak Menjadi Teladan Dalam Iman, Peduli Dalam Karya dan Berdampak Bagi Tanah Papua”.
Gubernur Elisa menegaskan, pemuda GKI tidak boleh hanya menjadi objek dalam pelayanan gereja dan pembangunan, melainkan harus tampil sebagai subjek yang aktif, kreatif, dan solutif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Tanah Papua.
Untuk itu, ia mendorong agar pemuda GKI menunjukkan jati diri sebagai pemuda Kristen yang aktif melakukan perubahan melalui gagasan yang konstruktif, kolaborasi yang terbuka, dan kerja nyata bersama masyarakat serta pemerintah.
“Kita tidak bisa sendiri. Butuh kemitraan dan kerja sama dengan pemuda dari kelompok lain. Kita harus bersama-sama. Di situlah dibutuhkan keberanian untuk membangun komunikasi lintas agama dan kemasyarakatan demi kemajuan pelayanan kita,”Tegasnya.
Gubernur PBD juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas iman. Ia mencontohkan bahwa pemuda GKI harus mampu bergandengan tangan dengan PMKRI, pemuda Muslim, dan seluruh elemen kepemudaan lainnya, karena pembangunan Tanah Papua hanya dapat terwujud melalui kebersamaan.
Dalam refleksinya, Elisa Kambu mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang dalam memperjuangkan perubahan. Jika di masa lalu perubahan disuarakan melalui cara-cara konfrontatif, maka hari ini perubahan harus dilakukan dengan menjadi seperti garam.
“Kalau dulu kita bisa ribut-ribut, sekarang sudah tidak seperti itu lagi. Jika ingin merubah sesuatu, kita harus seperti garam. Garam itu larut baru bisa dirasakan. Artinya kita harus masuk di dalam sistem, baru bisa berbuat sesuatu untuk masyarakat,”Tuturnya.
Ia mengingatkan, tugas utama generasi muda hari ini adalah mempersiapkan diri secara baik, yakni dengan belajar dengan tekun, bekerja dengan disiplin, menumbuhkan rasa percaya diri, membangun komitmen pribadi untuk menjadi berbeda, serta memiliki kepekaan untuk membedakan hak orang lain dengan hak sendiri.
“Kita harus kerjakan bagian kita. Selebihnya urusan Tuhan. Jadi kita harus berusaha dan belajar dari sekarang dengan mempercayai rencana Tuhan. Pemuda itu harus bermimpi. Karena mimpi itu perlu. Tapi mimpi yang harus bisa dikerjakan dan mampu melangkah maju,”Ujarnya.
Oleh karena itu, melalui Rapat Kerja ini, Gubernur berharap FGM GKI mampu melahirkan sebuah gerakan dan terobosan yang luar biasa. Fokus utama Raker I ini adalah penyusunan program kerja satu tahun pelayanan FGM GKI untuk tahun 2027 serta perumusan rekomendasi strategis yang mendukung pembangunan daerah dan pembangunan nasional.
Di akhir sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Teluk Bintuni dan semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Raker, sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan penuh sukacita dan persaudaraan dalam kasih Kristus. [Ian/Red]
