DaerahGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniHeadline newsRegionalReligi

Melalui Tema HUT Teofani, Ketua RT Gaya Baru Ajak Warga Maybrat Bersatu Dukung Pembangunan Sisar Matiti

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Peringatan dan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Teofani ke-75 Tahun 2026 tidak hanya dimaknai sebagai momentum seremonial keagamaan, namun menyingkap makna mendalam yang sarat akan semangat persaudaraan, komitmen menjaga kesatuan, serta perwujudan kasih yang nyata terhadap sesama.

Dalam konteks tersebut, Ketua RT 02 / RW 04 Kelurahan Bintuni Barat, Kompleks Gaya Baru, Distrik Bintuni, Tonny Aris Naa, S.H., M.M., yang juga merupakan intelektual Maybrat di Kabupaten Teluk Bintuni, menyampaikan apresiasi sekaligus imbauan moral kepada seluruh warga Maybrat yang mendiami Negeri Sisar Matiti, Kabupaten Teluk Bintuni.

Ia menegaskan, peringatan HUT Teofani ke-75 tidak boleh berhenti sebagai perayaan seremonial belaka, melainkan harus menjadi refleksi rohani yang mencerminkan kasih terhadap sesama secara lebih mendalam, serta memperkuat persaudaraan yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal ini disampaikannya saat mencermati kembali makna perayaan HUT Teofani yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Rabu, 21 Oktober 2024, bertempat di Gereja Persekutuan Jalan Suci Bintuni, Gaya Baru.

Sebagai umat Tuhan, Tonny menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia yang telah menyediakan waktu dan tempat, sehingga perayaan HUT ke 75 Teofani bagi warga Maybrat di Teluk Bintuni dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh sukacita.

Dalam pesannya, ia mengajak seluruh warga Maybrat untuk kembali pada moto utama Teofani yang menjadi landasan spiritual dan sosial bersama, yakni memelihara kesatuan, kerendahan hati, kasih, dan kehormatan kepada semua orang.

Dengan berpegang teguh pada moto tersebut, ia mengajak warga Maybrat untuk bergandengan tangan bersama masyarakat Teluk Bintuni, khususnya tujuh suku asli Teluk Bintuni, untuk membangun Teluk Bintuni yang jauh lebih baik ke depan.

“Karena tempat ini merupakan tempat kita berdomisili, kita harus menjunjung tinggi masyarakat tujuh suku dan pemerintah yang ada. Jangan kita merongrong jalannya pemerintah yang ada di Teluk Bintuni,”Ucap Tonny Naa, saat diwawancarai pada Jumat (30/10/2026).

Ia menekankan, jika terdapat saran, masukan, ide, maupun gagasan dalam mendukung pembangunan daerah, hendaknya disampaikan dengan cara yang elok, santun, serta melalui ruang-ruang publik atau forum diskusi resmi yang telah tersedia.

Menurutnya, dukungan terhadap kepemimpinan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni di bawah pimpinan Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara adalah sebuah keharusan. Ia menilai, warga Maybrat selama ini telah mendapatkan kesempatan dan ruang terbaik untuk berkontribusi dari pemerintah daerah.

Lebih lanjut, Tonny mengingatkan agar moto Teofani tidak hanya menjadi slogan seremonial yang digaungkan dalam pertemuan-pertemuan dan di hadapan khalayak umum, namun harus diwujudkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya kumpul-kumpul dan jadikan slogan, tapi kenyataan di lapangan sesama warga Maybrat saling sikut-menyikut. Moto pelihara kasih dari Teofani jangan cuma jadi slogan biasa, mari kita pegang teguh janji ini,”Tegasnya.

Ia menambahkan, ketika warga hidup dalam kehormatan dan kasih, maka secara otomatis akan dihargai oleh masyarakat lainnya, termasuk tujuh suku asli yang menjadi tuan rumah di Negeri Sisar Matiti.

Di akhir pesannya, Tonny mengutip pesan pekabaran Injil I.S. Kijne yang melegenda di Tanah Papua, bahwa siapa saja yang bekerja dengan teguh, setia, dan jujur di atas tanah ini, maka ia akan mendapatkan berkat, yakni dari tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain. [FY/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *