DaerahGarda FakfakGarda Papua BaratHeadline newsPolitikSudut Pandang

HUT PG ke-62, Samaun Dahlan: Golkar Harus Semakin Dekat dengan Rakyat

FAKFAK, gardapapua.com – Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat, Samaun Dahlan,S.Sos.,M.AP., menegaskan bahwa momentum Hari Ulang Tahun ke-62 Partai Golkar (PG) Tahun 2026 harus menjadi refleksi pengabdian dan komitmen untuk semakin dekat dengan rakyat.

Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan HUT ke-62 Golkar yang mengusung tema nasional “GOLKAR Bersama Rakyat, Karya Nyata, Rakyat Sejahtera”.

Dalam sambutannya kepada jajaran pengurus DPD Provinsi Papua Barat, DPD tingkat Kabupaten, jajaran Komdis, Komlur dan Komkam, para sesepuh, veteran, tokoh adat, agama, masyarakat, perempuan, pemuda, serta seluruh kader dan simpatisan, Samaun Dahlan menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Golkar.

“Di usia 62 tahun, perjalanan Partai Golkar merupakan tanggung jawab bagi organisasi, bangsa, dan negara. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengevaluasi pengabdian dan memastikan keberadaan partai memberi manfaat nyata,”Ucap Samaun Dahlan.

Samaun menegaskan tema nasional tahun ini menjadi pedoman jelas bahwa Golkar harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, memahami persoalan, dan bekerja bersama mencari solusi. Keberhasilan partai, kata dia, tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Karena itu, seluruh kader Golkar di Papua Barat harus menjadikan tema ini sebagai pedoman. Kita harus semakin dekat dengan rakyat, memperkuat pelayanan, dan mendorong kebijakan yang menjawab kebutuhan masyarakat,”Tegasnya.

Samaun juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat Papua Barat, khususnya Fakfak, seperti cuaca panas ekstrem, keterbatasan air bersih, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga, sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas pihak, dari pemerintah daerah, instansi terkait, hingga masyarakat adat.

Sementara terkait karhutla, ia mengingatkan dampak kabut asap yang berisiko meningkatkan ISPA, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil, serta mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Oleh sebab itu, pencegahan dan kesiapsiagaan harus menjadi prioritas. Kita perlu mengajak masyarakat menghindari pembakaran lahan sembarangan dan memperkuat kewaspadaan di wilayah rawan,”Pungkasnya.

[Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *