Waket III Sinode GKI Tekankan Konsolidasi Raker FGM perkuat Strategis Pembangunan daerah dan Nasional
TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Wakil Ketua III Sinode GKI di Tanah Papua, Pnt. Naomi Netty Howay Sagrim, menegaskan bahwa pemuda-pemudi GKI wajib mewujudkan teladan iman yang kokoh, berkarya dengan kasih, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja I Forum Generasi Muda GKI di Tanah Papua yang diselenggarakan di Kabupaten Teluk Bintuni dengan mengusung tema “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja, Mewujudkan Keadilan, Perdamaian dan Kesejahteraan”.
Menurut Naomi, teladan iman yang kokoh harus menjadikan Kristus sebagai fondasi utama dalam kehidupan. Iman tidak hanya diucapkan secara verbal, tetapi harus menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan, dalam bersikap, serta dalam menjaga integritas di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Iman yang sehat harus diwujudkan dalam integritas hidup, pelayanan yang nyata, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap sesama serta ciptaan Tuhan,”Ujar Naomi Netty.

Dalam situasi kekinian, ia menilai konsolidasi organisasi FGM GKI menjadi sangat penting dan mendesak. Konsolidasi tersebut harus dimaknai sebagai upaya strategis untuk memperkuat kesatuan, menyatukan visi, meneguhkan kedisiplinan pelayanan, serta memperjelas arah program kerja.
Lebih jauh, Naomi menekankan bahwa konsolidasi harus mampu membangun kolaborasi yang solid dan berjenjang antara tingkatan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang FGM GKI se-Tanah Papua.
Kolaborasi tersebut tidak boleh berhenti di internal organisasi, melainkan harus terwujud secara baik bersama seluruh jajaran jemaat, klasis, dan sinode, serta bersinergi dengan pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota se-Tanah Papua.
“Konsolidasi harus memperkuat kesatuan, visi, kedisiplinan pelayanan, kejelasan program kerja, serta kolaborasi antara DPP, DPW dan DPC FGM GKI, bersama jemaat, klasis, sinode, dan pemerintah daerah,”Tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Naomi juga menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda yang beriman, berintegritas, adaptif, menguasai teknologi, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap agenda pembangunan.
Menurutnya, generasi muda GKI harus hadir sebagai kekuatan positif yang berkontribusi secara aktif dalam sektor pendidikan, ekonomi, pelestarian lingkungan, serta menjadi perekat persatuan demi mewujudkan Tanah Papua yang adil, damai, dan sejahtera, sekaligus berkontribusi nyata menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kita juga perlu menyiapkan generasi muda yang beriman, berintegritas, adaptif, menguasai teknologi dan peduli terhadap pembangunan. Generasi muda GKI harus hadir sebagai kekuatan positif dalam pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan persatuan demi mewujudkan Tanah Papua yang adil, damai, sejahtera, berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045,”Ungkap Naomi Netty.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari seluruh proses penataan dan penguatan organisasi ini adalah agar generasi muda GKI di Tanah Papua mampu tampil ke depan dan menjadi berkat untuk menolong generasinya sendiri, terutama dalam menjawab tantangan bonus demografi yang sedang dihadapi.
“Tujuan utamanya adalah generasi muda GKI di Tanah Papua harus tampil dan menjadi berkat untuk menolong generasi Papua, sesuai dengan apa yang kita juga dengar, kita sudah lihat bagaimana bonus demografi,”Pungkas Waket III Sinode GKI tersebut. [Ian/Red]
