Wabup Joko Lingara Pimpin Penurunan Bendera Tandai Puncak HUT RI ke-81 di Negeri Sisar Matiti Sukses
TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Sang Saka Merah Putih diturunkan dengan khidmat dari tiang bendera pada sore hari. Prosesi itu menandai berakhirnya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Teluk Bintuni, pada Senin (17/8/2026).
Upacara penurunan bendera dipimpin langsung Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara. Bertempat di Lapangan Woman Centre Bintuni, upacara berlangsung tertib, khidmat, dan disaksikan ribuan masyarakat serta jajaran Forkopimda.
Sorotan utama tertuju pada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Dengan langkah tegap dan gerakan terukur, para anggota Paskibraka menjalankan tugas akhir mereka secara sempurna.
Komandan Pasukan Penurun Bendera dipercayakan kepada Letda Inf Yosef Marbun, Abiturien Akmil 2024 yang menjabat Danton 2 Kompi A Yonif 763/Saneta Buerama Amor.
Empat anggota inti Paskibraka yang bertugas menurunkan bendera adalah, Margaretha Dora Manikrowi, Siswi SMA Negeri 1 Bintuni, sebagai Pembawa Baki, Muhammad Andra Jayadi, Siswa SMA Negeri 1 Bintuni, sebagai Pengerek Bendera, Putra Revansa, Siswa SMA Harmoni School Terpadu, sebagai Pembentang Bendera, Frans Ludran Ian Abidondifu, Siswa SMA Negeri 1 Bintuni, sebagai Pembawa Bendera.
Diiringi lagu “Padamu Negeri” oleh Paduan Suara Via Dolorosa beranggotakan 41 orang di bawah pimpinan Yoan Beyete, dan dentuman musik dari Korps Musik Brigade Infanteri 26/Gurana Piarawaimo, Sang Merah Putih diturunkan perlahan dan diterima dengan penuh hormat.
Bagi Wakil Bupati Joko Lingara, prosesi penurunan bendera memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar penutup acara.
“Prosesi ini adalah simbol penghormatan kita terhadap Merah Putih. Sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan bangsa ini pada gerbang kemerdekaan,”Ujarnya dalam amanat.
Ia menegaskan, peringatan HUT ke-81 RI harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Teluk Bintuni untuk terus menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil pengorbanan. Kini tugas kita adalah mengisinya dengan kerja nyata. Kita butuh semangat kebersamaan, gotong royong, dan persatuan untuk mendorong pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Sisar Matiti,”Tegas Joko Lingara.
Upacara penurunan bendera ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan kemerdekaan di Teluk Bintuni. Setelah pagi harinya bendera dikibarkan dengan gagah, maka sore harinya diturunkan sebagai simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni.
“Biarkan bendera kita turun dari tiangnya, tetapi semangat kemerdekaan harus terus berkibar dalam hati, dalam pengabdian, dan dalam karya kita untuk negeri dan daerah,”Pungkas Wabup.
Upacara ditutup dengan penghormatan terakhir kepada Sang Saka Merah Putih. Dengan tertib seluruh peserta membubarkan diri, membawa pulang pesan persatuan dan komitmen untuk membangun Teluk Bintuni yang berdaulat, adil, dan makmur. [Ian/Red]
