Nelayan Papua Barat Bakal Di latih Menggunakan Alat Tangkap Modern

MANOKWARI, Gardapapua.com —Meningkatkan Ekonomi Pemberdayaan Nelayan di Papua Barat, Ketua Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Provinsi Papua Barat Ferry Auparay mengatakan, pihaknya siap mengakomodir dan mensejahterakan para nelayan di pesisir wilayah Papua barat hingga ke 12 Kabupaten / 1 Kota.

Hal itu dikatakan Ketua DPD HSNI Papua Barat Ferry Auparay usai menggelar Focus group discussion (FGD) di salah satu hotel di Manokwari, belum lama ini, (17/9).

Turut di hadiri oleh Para pengurus DPP HNSI Pusat yakni Ketua DPD HNSI Jabar H Nandang A Permana, Perwakilan kementerian DKPP Dinas Kelautan Perikanan Hendri Sonjaya, pihak investor perusahaan Komisaris utama PT. Berkah Tirta Samudera Arfa Gunawan, Bidang Hukum Fuad Hadi, dan Wakil ketua bidang usaha dan daya saing HNSI Jabar Aria Swiguna serta Manager Koperasi sdr. Deni, serta para perwakilan kelompok nelayan pesisir papua barat, khususnya ibukota Provinsi Papua Barat, Manokwari.

” Jadi kegiatan ini merupakan tindak lanjut untuk bagaimana HNSI di Papua Barat dapat kembali eksis dengan baik,” Ucap Ferry Aupary

Selain itu, dengan telah terbentuk dan hadirnya organisasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di wilayah Papua Barat, Pemerintah Daerah diminta turut andil mengambil langkah kebijakan mengawal sehingga nelayan memiliki perannya dalam mewujudkan pembangunan daerah serta keamanan di perairan tempat dirinya dan kelompok melakukan aktivitas tangkapan hasil laut.

 

Hal ini seiring, tujuan hadirnya HNSI adalah selain mengkordinir dan berusaha membantu para nelayan dapat meningkatkan taraf hidup yang lebih baik kedepan dari sisi perekonomian, namun disisi lain melalui organisasi wadah HNSI, para nelayan di Papua Barat juga akan dilatih untuk bagaimana mampu bersaing menggunakan alat tangkap modern dan tentunya ramah lingkungan.

” Kita juga bersyukur, melalui telah terbentuknya HNSI di Papua Barat, nelayan kita akan semakin di bobotkan untuk melatih diri menggunakan alat tangkap modern tentu ramah lingkungan, serta melalui HNSI kita bisa mendapat lobi ekspor keluar negeri melalui rangkaian kemitraan,”harapnya

Ferry lalu berharap, dalam pelaksanaannya peran Pemerintah Provinsi maupun
Hal ini menurut Fery, sebagaimana diatur dan juga telah dibijaki oleh pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2016 yang mengatur sektor perikanan tangkap tertutup untuk asing dan sepenuhnya dapat dimanfaatkan nelayan lokal diharapkan menjadi peluang nelayan indonesia khususnya wilayah Papua Barat dapat berdaulat dan semakin di berdayakan.

” Melalui segala kebijakan yang ada hal ini agar nelayan Indonesia dapat berdaulat, dapat lebih sejahtera memanfaatkan hasil laut dengan baik, tentunya tidak boleh merusak laut,”Tandasnya. [Che]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *