Ratusan Anak Korban Gempa Palu Diberikan Trauma Healing Personel Polda Papua Barat

MANOKWARI, gardapapua.com — Gempa dan Tsunami yang melanda Kota Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya membuat anak-anak yang menjadi korban membutuhkan penanganan trauma healing, atau yang disebut Pemulihan Trauma.

Kepada Gardapapua.com, Jumat (12/10) Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Hary Supriono,S.IK menjelaskan, Personel Polda Papua Barat berjumlah sekitar 30 personil di bawah komando pasukan AKP A. Sineri yang diberangkatkan dari gabungan satker Polda Papua Barat yang bersedia menjadi relawan tim tanggap bencana Palu, selasa (9/10) kemarin, sangat di pertegas untuk melaksanakan misi kemanusiaan dengan wajib memberikan pendampingan pemulihan psikologis trauma ( trauma healing,red) kepada para Korban Gempa dan Tsunami Palu.

” Sesuai laporan para personel sudah mulai bergerak dan telah turut terlibat melakukan proses pendampingan trauma healing ini bersama dengan relawan lain juga khususnya bagi anak-anak korban bencana alam gempa dan tsunami yang ada di tenda pengungsian di desa Kabobona dan desa Langaleso kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10) kemarin, dan hari ini juga masih berlanjut,”Beber Kabid Humas AKBP Hary Supriono.

Hary melanjutkan, kegiatan pemberian pendampingan psikologis (Trauma healing,red) juga dilaksanakan bersama – sama Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Polres Sigi dan pengurus serta bhabinkamtibmas desa Kabobona yang ditujukan kepada 167 anak di posko Kabobona, Kabupaten Sigi.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pemberian snack dan buku gambar, bola karet serta alat mewarnai. Dengan penuh kasih para Srikandi Polri mengajak bermain, bernyanyi, dan menggambar kepada anak-anak yang menjadi korban bencana alam. Anak-anak pun telah ceria kembali dan berhasil melupakan rasa trauma dan takut akan bencana alam yang melanda mereka.

Kegiatan yang dilaksanakan ini sangat penting, khususnya bagi anak-anak guna memulihkan psikis atau kejiwaan dari para korban sehingga dengan hadirnya Polri di tengah – tengah masyarakat diharapkan dapat menanggulangi para korban gangguan psikis dan dapat meminimalisasi timbulnya gangguan yang lebih berat.

Selain itu, ungkap Hary, Tim relawan Polda Papua Barat yang BKO ke Palu dalam misi kemanusiaan tidak hanya memberikan trauma healing saja, tetapi juga membantu evakuasi dan pendistribusian bantuan bahan makanan.

“Tim relawan Polda Papua Barat bertugas ke Palu dalam misi kemanusiaan tidak hanya memberikan trauma healing saja, tetapi juga membantu evakuasi dan pendistribusian bantuan bahan makanan” ucap Hary.

Tidak hanya berikan trauma healing, personil Polki juga melaksanakan patroli di titik rawan penjarahan dan penjagaan dengan tujuan menghindari hal – hal yang tidak diinginkan seperti tindakan kriminal pencurian dan penjarahan.

“Personil juga melaksanakan penjemputan sembako ke Polres Donggala,”Tegasnya

Personel Polri memang ditugaskan secara penuh untuk melakukan Trauma Healing pada korban pasca terjadinya gempa dan tsunami di Palu-Sigi-Donggala. Tim ini diharapkan bisa berkontribusi dalam membantu memulihkan trauma dan mental para korban setelah mengalami kejadian bencana. [ WIN ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *