Usai Ikrar Janji Setia ke NKRI, Gubernur Mandacan Minta Pemkab Teluk Bintuni Perhatikan Eks Simpatisan Kowip I Batalyon Ofir dan Batalyon Sair Kodap IV Soraya
TELUK BINTUNI, gardapapua.com – Sebanyak sepuluh orang eks anggota dari Kowip I Kodap IV/Sorong Raya, Batalyon Ofir Kodap IV Sorong Raya, dan Batalyon Sair Kodap IV Sorong Raya, beserta eks simpatisan lainnya, resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Upacara ikrar berlangsung khidmat terlaksanakan di halaman Makodam XVIII/Kasuari Papua Barat, pada Kamis (25/6/2026) di Manokwari.
Hal ini dinilai sebagai titik balik rekonsiliasi di wilayah Papua Barat, khususnya di wilayah Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni, dapat kembali utuh dan memberikan keamanan bagi Masyarakat sipil.
Terkait itu, Pemerintah Provinsi Papua Barat menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XVIII/Kasuari dan jajaran yang menempuh pendekatan persuasif. Pendekatan itu dinilai berhasil mengajak saudara-saudara yang selama ini berseberangan untuk kembali membangun NKRI.
“Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, beberapa tahun terakhir saudara-saudara kita yang bersebrangan telah menyerahkan diri dan berikrar setia kepada NKRI. Ini tidak lepas dari koordinasi dan kolaborasi seluruh stakeholder,”Ucap Gubernur Dominggus Mandacan, dalam sambutannya di acara ramah tamah bersama forkopimda dan eks simpatisan Kowip.
Pemprov Papua Barat berharap langkah para eks anggota Ofir dan Sair ini menjadi teladan. Diharapkan semakin banyak saudara lain yang menyadari pentingnya hidup berdampingan dalam bingkai NKRI.
Adapun terkait komitmen pemulihan dan menjawab kebutuhan terhadap pelayanan dasar di daerah, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan meminta Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk dapat berfokus membangun masyarakat yang berada di wilayah pegunungan Moskona.
Oleh sebab itu, Pemprov Papua Barat mengajak Bupati Teluk Bintuni bersinergi. Tujuannya memastikan para eks kombatan dan simpatisan mendapat pelayanan dasar yang layak.
“Kehadiran negara harus terasa nyata agar kepercayaan pada NKRI tumbuh kembali. Untuk itu, di APBD 2026 kita coba maksimalkan program pembangunan Jangka pendek, Pemprov dan Pemkab Teluk Bintuni akan melakukan pendampingan bersama stakeholder kelembagaan terkait seperti Balai Kementerian juga dinas terkait agar proses penyatuan pembangunan dapat merata,”Ajak Gubernur Mandacan.
Gubernur meminta, agar Pemkab Teluk Bintuni mengalokasikan program di APBD 2027 dapat berfokus pada 5 pilar layanan dasar bagi para eks kombatan yakni pada sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, perumahan layak huni, peningkatan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air dengan membangun sinergi lintas kelembagaan bersama jajaran pemerintah provinsi papua barat.
Pemprov Papua Barat juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Papua Barat Daya. Sebab sebagian eks anggota Ofir, Sair, dan simpatisan berdomisili di wilayah administrasi Papua Barat Daya.
Sinergisitas lintas provinsi dinilai penting agar proses reintegrasi berjalan menyeluruh dan tidak menimbulkan kesenjangan.
Dengan ikrar ini, diharapkan babak baru perdamaian dan pembangunan di Sorong Raya serta Teluk Bintuni dapat dimulai dari penguatan rasa memiliki terhadap NKRI. [FY/RED]
