Difasilitasi Komisi XII DPR RI, Pertamina dan Pemkab Teluk Bintuni Jamin BBM dan Stock Subsidi Tepat Sasaran
TELUK BINTUNI, gardapapua.com – Pertamina Patra Niaga bersama Anggota Komisi XII DPR RI, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, serta para pengusaha SPBU dan Agen LPG, berkesempatan duduk bersama membahas jaminan ketersediaan energi yang terjangkau dan tepat sasaran bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana sederhana dan hikmat, pada Sabtu (8/8/2026), malam.
Diskusi ini menjadi ruang evaluasi bersama atas tantangan distribusi BBM, minyak tanah subsidi, dan LPG non subsidi di Kabupaten Teluk Bintuni yang terus berkembang dan memiliki aktivitas ekonomi serta industri yang tinggi.
Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, menegaskan sektor energi memegang peran penting dalam menopang pertumbuhan daerah. Ia mengapresiasi upaya Pertamina menjaga stok di wilayah Papua Barat, namun menekankan bahwa stok harus diimbangi distribusi yang optimal.
“Teluk Bintuni daerah yang terus berkembang. Sektor energi menunjang semua aktivitas ekonomi dan industri. Karenanya diskusi ini penting untuk melihat kondisi nyata distribusi BBM, minyak tanah, maupun LPG non subsidi,” kata Alfons.
“Yang kita evaluasi bersama adalah soal kuota apakah cukup, penyaluran apakah sudah sesuai aturan dan tepat sasaran, bagi Masyarakat,”Tegas Alfons Manibui.
DPR RI, kata Alfons, siap mendukung dan mencari solusi bersama Pertamina dan Pemda agar penyaluran energi subsidi bagi masyarakat berjalan baik kedepannya. Serta pemerintah akan berkomitmen, mengawasi jalur distribusi penyaluran minyak bersubsidi agar tak ada dugaan manipulasi hingga penimbunan BBM subsidi untuk kepentingan lain apalagi industri (Proyek).
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy menyatakan, pemerintah daerah siap mengkaji ulang kebijakan yang dapat mempercepat dan mengefektifkan penyaluran energi ke masyarakat.
“Kami terima kasih kepada Pertamina dan mitra SPBU serta Agen LPG yang sudah memberi masukan. Kami akan kaji usulannya. Mana yang potensial membantu proses distribusi lebih cepat dan efektif akan kami tindaklanjuti. Untuk subsidi, jika evaluasi kuota dibutuhkan, kami siap mengajukan,”Ujar Bupati Yohanis Manibuy.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, memastikan kondisi stok di Fuel Terminal Sorong dan Manokwari yang menjadi penyokong Teluk Bintuni berada dalam kondisi aman.
Dimana rata-rata stok seluruh produk mencapai 9 hingga 10 hari. Setiap 4 sampai 5 hari sekali kapal tiba untuk mensuplai kedua FT tersebut.
“Tantangan kita sekarang bagaimana stok yang baik ini dimaksimalkan distribusinya, sehingga ketersediaan di SPBU, Agen Minyak Tanah, dan Agen LPG Non Subsidi betul-betul memenuhi kebutuhan masyarakat,”Kata Awan.
Ia menegaskan Pertamina Patra Niaga siap menyalurkan BBM subsidi sesuai aturan yang berlaku. Dukungan DPR RI dan Pemda sangat dibutuhkan untuk sosialisasi dan pengawasan agar penyaluran subsidi tidak melenceng.
“Pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri. Kami mengapresiasi forum ini sebagai langkah mencari solusi bersama demi menjaga layanan bagi masyarakat,”Tukasnya.
Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat menggunakan energi sesuai kebutuhan. Untuk informasi produk dan layanan, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135. [Ian/Red]
