DaerahGarda Papua BaratGarda Sorong RayaGarda TeritorialHeadline newsNasionalRegionalUncategorized

Anggota DPD RI Terpilih dari PBD Paul Mayor minta Panglima TNI Copot Pangdam XVII Cenderawasih, Berikut Alasannya !

SORONG, gardapapua.com — Anggota DPD RI terpilih asal Papua Barat Daya (PBD), Paul Finsen Mayor,S.I.P.,CM.NNLP, meminta pemerintah pusat dan aparat keamanan segera menghentikan sikap militerisme di Tanah Papua.

Selain itu juga, dia meminta agar kinerja Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Izak Pangemanan, M.Han, yang disinyalir tidak bekerja secara profesional, dalam mengarahkan pasukan dan anak buahnya untuk tidak melakukan dugaan tindakan pidana yang berujung pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), diwilayah teritorial Tanah Papua harus dipertimbangkan pencopotan dari jabatannya.

Alasannya, adalah menyikapi beredar luasnya salah satu video dugaan Penyiksaan luar biasa yang dilakukan oleh beberapa Oknum Anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua, terhadap salah satu warga sipil, yang disinyalir telah dilakukan dan disebarkan dengan unsur kesengajaan.

“Ketika melihat Video yang tersebar ramai di sosial media, ini benar-benar menggegerkan seantero bumi Papua, semua Orang Papua marah besar dan mengecam tindakan semena – mena dan tidak berperikemanusiaan itu. Semua kalangan di seantero bumi Papua, baik tokoh-tokoh Adat, agama, perempuan, pemuda dan mahasiswa serta aktivis- aktivis HAM di Tanah Papua maupun di Indonesia mengecam tindakan ini,”Ujar Anggota DPD RI terpilih asal Papua Barat Daya (PBD), Paul Finsen Mayor,S.I.P.,CM.NNLP, mengutip siaran persnya yang diterima redaksi ini, pada Sabtu (23/3/2024).

“Orang Asli Papua (OAP), warga sipil, yang disiksa dan divideokan lalu diviralkan, ada maksud apa dibalik semua ini??, “Tambahnya.

Paul menuturkan, bahwa tindakan dugaan penyiksaan luar biasa, sebagaimana isi muatan dalam video tersebar itu, adalah tindakan yang dilakukan benar-benar mengarah pada Pelanggaran HAM Berat.

Mirisnya, para pelaku yang notabene adalah anggota TNI Angkatan Darat, sudah sewajibnya juga mendapatkan hukuman dari satuan TNI sebagai bentuk keadilan dan perlindungan warga sipil dan menjujung tinggi HAM dan yang lebih penting lagi adalah menjaga wibawa TNI di mata Rakyat.

“Apalagi ada istilah : ” TNI BERSAMA RAKYAT, TNI MELINDUNGI RAKYAT “. faktanya, terbalik justru dari video ini, kita melihat fakta bahwa masih ada oknum – oknum anggota dengan militerisme menyiksa rakyat, dalam bertugas.

“Secara hirarki kepemimpinan dalam Tubuh TNI ditingkatkan Komando Daerah maka Pangdam XVII Cenderawasih Mayjend TNI Izack pangemanan wajib hukumnya untuk dicopot dari Jabatannya sebagai Pangdam XVIII Cenderawasih karena membiarkan bawahannya melakukan Penganiayaan terhadap orang asli papua,”Pintanya

Hal yang lebih memalukan adalah video penyiksaan ini viral sampai keluar negeri dan dikecam berbagai pihak. Kemudian sehari kemudian melalui Kasipendam Kodam XVIII Cenderawasih mengatakan bahwa videonya itu benar dan terjadi di Pos Gome, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua.

“Apa yang dilakukan oleh saudara Pangdam XVII Cenderawasih Mayjend TNI Izack pangemanan ini sudah tidak pantas dan wajib dicopot dari jabatannya,”Tukasnya

“Oleh sebab itu, saya sebagai Anggota DPD RI terpilih dari Tanah Papua dengan suara terbanyak dengan ini menyatakan segera copot Pangdam XVII Cenderawasih Mayjend TNI Izack pangemanan dan proses hukum kelima pelaku yang terlibat pelanggaran HAM berat ini,”Sambungnya menambahkan.

Paul yang juga sebagai seorang Pimpinan Adat di papua sangat menyesalkan dan mengecam keras tindakan ini, terlalu banyak orang asli papua mati sia-sia ditangan aparat keamanan atau militer di atas Tanah Papua.

“Cukup sudah sudah terlalu banyak darah yang bercucuran dan terlalu banyak nyawa yang melayang sia-sia di Tanah Papua,”Imbuhnya.

Sebelumnya, Pangdam XVII/ Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait video penyiksaan terhadap warga sipil yang diduga dilakukan oknum anggota TNI.

“Kami masih konfirmasi video tersebut,” kata Pangdam XVII /Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan mengutip ANTARA di Jayapura, Jumat.

Kata Pangdam, bahwa selama satgas yonif bertugas di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sejauh ini hubungan mereka dengan masyarakat sangat baik terbina. [*/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *