Aspirasi RakyatDaerahGarda Teluk BintuniHeadline newsSudut Pandang

“Anak Nusantara Lahir di Bintuni”, Yasman Yasir Ajak Semua Pihak Dukung Pemerintah di usia 23 Tahun, Lanjutkan Terang Pembangunan

TELUK BINTUNI, gardapapua.com – Rasa haru dan apresiasi melihat atraksi tarian kontemporer adat yang digelar di puncak HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni, melibatkan generasi muda perwakilan 7 suku dan suku Nusantara, yang bergerak serasi menampilkan gerakan kekompakan, sembari membawa bendera merah putih sebagai lambang negara dan persatuan.

Bagi anak Nusantara yang lahir dan besar di Bumi Bintuni, Yasman Yasir melihat momen itu bukan sekadar perayaan. Itu pengingat panjangnya perjalanan dari zaman lampu pelita hingga kini terang pembangunan perlahan ditapaki dan dirasakan oleh lapisan Masyarakat.

“Sebagai anak Nusantara yang lahir dan besar di Bintuni yang saat itu masih berstatus kecamatan, di Provinsi yang sekarang kita kenal Papua Barat, saya sangat terkesan dengan ulang tahun Bintuni yang ke-23 ini. Luar biasa,”Ucapnya Yasman Yasir, yang juga sebagai Wakil Ketua II DPRD Teluk Bintuni, saat diwawancarai wartawan pada Selasa (9/6/2026).

Kini, dengan semua sumber daya dan gerakan pembangunan yang diletakan dari masa ke masa, Perjalanan hingga ke hari jadi kabupaten yang berusia 23 tahun itu, telah rasakan langsung oleh lapisan Masyarakat.

“Dulu, saat Teluk Bintuni masih berstatus kecamatan, listrik hanya menyala pukul 18.00-24.00 wit. Warga bertahan dengan lampu pelita dan petromaks. Kini, semua berubah. Tapi sekarang lampu sudah 24 jam. Semua teman, keluarga, sahabat, orang tua kita sudah merasakan semua hal ini. Sehingga melalui gerakan tari yang telah ditampilkan tadi, seolah – olah mengajak kita semua lebih energik lagi, bekerjasama, mendukung program prioritas Pemerintah membangun daerah,”Kata Yasman Yasir.

Pose : Ketua PWI Teluk Bintuni, Adrian Kairupan, bersama Yasman Yasir, Waket II DPRD Teluk Bintuni

Ia pun menghimbau sesama warga Nusantara kelahiran Bintuni untuk tetap setia membangun daerah. “Mari kita lihat Teluk Bintuni ini karena kita mau ke mana lagi. Saya dengan teman-teman sudah lahir di sini, kita tetap sampai mati pun di Teluk Bintuni. Kita mencintai Teluk Bintuni,”Tegasnya.

Di usia ke-23 tahun kabupaten ini, ia tak lupa memberi hormat kepada para pejuang pemekaran. Doa pun dipanjatkan agar para pendahulu yang telah pergi tetap mendoakan generasi penerus.

“Semoga kita punya pendahulu yang sudah pergi mendoakan kita, pejuang-pejuang pemekaran Bintuni. Kami hormat, kami salut dengan perjuangan mereka sampai sekarang kita sudah merasakan Bintuni 23 tahun. Luar biasa,”Cetusnya.

Sembari menambahkan, bahwa dibawah kepemimpinan Bupati Yohanis Manibuy dan Wakil Bupati Joko Lingara, harapan besar disematkan, agar Teluk Bintuni makin jaya, makin makmur, dan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat hingga pelosok daerah baik dari pegunungan, dataran hingga ke wilayah pesisir tanah sisar matiti. [Ian/Red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *