Tampil di LIFMove 2026, bukti Designer dr. RR turut Mendorong Ekosistem Fashion lndonesia Timur Mendunia
LAMPUNG, gardapapua.com – Industri fashion Indonesia kembali unjuk gigi di ajang New York Indonesia Fashion Week x Barave Lampung International Fashion Movement (LIFMove) Invitation tahun 2026.
Kegiatan bergengsi yang berlangsung di Hotel Radisson, Lampung pada tanggal 22 – 23 Juli 2026 menjadi tonggak penting pengembangan ekosistem fashion berbasis budaya lokal.
Ketua Panitia LIFMove 2026, Laila Al Khusna, menjelaskan bahwa gelaran ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Lampung, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, pelaku UMKM, desainer lokal, hingga mitra internasional seperti New York Indonesia Fashion Week.
Oleh sebab itu, kegiatan dua hari yang menghadirkan kurang lebih sekitar 20 desainer dari Lampung, DKI Jakarta, Bandung, dan Solo, membuktikan bahwa wastra dan industri kreatif asal indonesia terus memiliki daya saing global.
Selain fashion show, acara juga diramaikan expo UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Salah satu yang dipamerkan adalah karya dr. Rosaline Rumaseuw,M.Kes selaku CEO & Founder brand busana fasyen dr. RR.
Desainer Indonesia Timur, asal Tanah Papua turut tampil dan memamerkan koleksi terbarunya. Ia menjadi salah satu dari 5 desainer langganan New York Indonesia Fashion Week yang diundang bersama Frida Aulia Indonesia, IW by Ida Wahyuni, dan Arsita Craft.
Kehadiran brand dr. RR menegaskan posisi desainer asal Indonesia Timur di panggung mode nasional hingga internasional. Koleksinya dinilai memadukan unsur lokal dengan sentuhan kontemporer yang siap bersaing di pasar global.
Ajang ini juga dihadiri Ibu Vanny Tousignat selaku Founder New York Indonesia Fashion Week. Kehadirannya menjadi sinyal kuat komitmen NYIFW untuk terus membuka akses pasar bagi desainer Indonesia.
Dengan menggandeng LIFMOVE dan UMKM lokal, NYIFW x Barave tidak hanya menjadi panggung mode, tetapi juga ruang kolaborasi bisnis. Tujuannya memperkuat ekosistem fashion, memperluas jaringan, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah internasional.
Implementasi dari kegiatan tersebut, diharapkan dapat melahirkan kerja sama lintas sektor yang diharapkan dapat memicu penetrasi pasar secara luas dan memperbesar peluang investasi di sektor ekonomi kreatif, serta menaikkan nilai tambah produk fashion lokal di pasar ekspor. [Ian/Red]
