BudayaDaerahGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniHeadline newsNasionalPolitik

Senar Umpan Dilempar, Euforia Rakyat dan Humanisnya Kepala Daerah Menyatu di Lomba Mancing Jelang HUT Ke-23 Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Di tengah terik matahari yang membakar, ratusan senar pancing serentak dilempar ke air. Tidak ada yang mundur, Tidak ada yang mengeluh. Lomba mancing rangkaian HUT ke-23 Kabupaten Teluk Bintuni resmi dimulai, dan euforia rakyat langsung tumpah.

Pelaksanaan lomba mancing yang digelar di kompleks Nusantara 2, Distrik Bintuni Timur, Teluk Bintuni, pada Minggu (7/6/2026), yang ditandai dengan pelemparan senar pancing ke kolam pemancingan yang sudah berisi umpan oleh Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy, bersama Wakil Bupati, Joko Lingara, serta Wakapolres Teluk Bintuni Kompol Alexander Putra, S.H., S.I.K., selanjutnya diikuti seluruh peserta lomba mancing dan perlombaan pun di mulai.

Panitia mencatat antusiasme warga jauh melampaui dugaan. Empang sederhana itu sesak. Sorak, tawa, dan ketegangan beradu setiap kali pelampung tenggelam. Di sinilah Masyarakat Teluk Bintuni menyambut hari jadinya bukan dengan panggung megah, tapi dengan kail, umpan, dan kebersamaan.

Bupati Yohanis Manibuy hadir membuka acara. Di hadapan ratusan pemancing, ia tak sekadar melepas seremoni. Ia turun menyapa, memberi semangat, dan menunjukkan sisi humanis seorang kepala daerah.

“Saya sampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Wakapolres Teluk Bintuni dan semua tim panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan ini. Terima kasih untuk kerja kerasnya sehingga lomba mancing dalam rangka euforia menyambut hari jadi Teluk Bintuni ke-23 tahun 2026 dapat terselenggara,”Ucap Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.

Bupati melihat lebih jauh dari sekadar lomba. Ia menatap empang Nusantara 2 sebagai benih wisata baru. Tempat sederhana yang mampu menghadirkan kebahagiaan nyata bagi rakyatnya.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa lihat tempat mancing ini jadi wisata. Tempat buat masyarakat bisa ikut memberikan suatu kebahagiaan kepada masyarakat,”Harapnya.

Bagi warga yang kailnya belum beruntung tahun ini, Bupati memberi janji. Panggung yang sama akan kembali digelar tahun depan saat HUT ke-24.

“Selamat berlomba, selamat memancing. Tuhan memberkati. Yang belum dapat kesempatan menang, di tahun depan akan kita selenggarakan lagi,”Tutupnya.

Lomba ini memperebutkan ikan nila terberat dan 23 ekor “Jackpot” yang ditebar panitia. Juara 1 berhak atas trofi + Rp.10 juta, Juara 2 Rp.9 juta, Juara 3 Rp.8 juta, hingga Rp. 500 ribu jika Juara 23.

Wabup Joko Lingara, Forkopimda, anggota MRPB, dan OPD turut hadir, menegaskan lomba ini adalah simbol: saat kepala daerah dan rakyatnya menyatu, hari jadi daerah terasa lebih hangat dari terik matahari itu sendiri. [Ian/Red]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *