DaerahGarda NusantaraGarda Teluk BintuniHeadline newsLingkungan dan HAMNasional

Kampung Masina Teluk Bintuni Terpilih Jadi Desa Mandiri Peduli Mangrove 2026

JAKARTA, gardapapua.com – Kampung Masina, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat terpilih sebagai salah satu dari 23 Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) Indonesia tahun 2026 oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Hal itu terungkap dalam pameran lingkungan hidup terbesar yang diselenggarakan di Indonesia berkonsep Invirotech 2026 (Pameran Teknologi dan Inovasi Lingkungan Internasional).

Acara ini berlangsung pada 11–13 Juni 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) sebagai rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Demikian dibeberkan oleh Ir. Petrus Kasihiw,M.T, selaku Ketua Kelompok Kerja DMPM Kampung Masina, sekaligus mantan Bupati Teluk Bintuni dua periode.

Kata dia, bahwa usulan Masina diajukan Yayasan Lestari Suara Alam (YLSA), sejalan dengan program Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memberdayakan masyarakat pesisir untuk mengelola hutan bakau secara berkelanjutan melalui ekowisata, silvofishery, dan pembibitan

Acara ini dirangkaikan juga dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sebelum pameran, delegasi Masina juga ikut Bimtek DMPM dan DPSA sejak 10 Juni 2026.

Perlu diketahui, bahwasannya Program DMPM bertujuan memberdayakan masyarakat pesisir mengelola hutan bakau berkelanjutan melalui ekowisata, silvofishery, dan pembibitan. Fokusnya memperkuat ketahanan ekonomi dan ekologi. Saat ini ada 300+ desa dari 22 provinsi terdaftar.

Petrus Kasihiw dalam yang dalam kesempatan hadir sebagai tamu VIP dalam pembukaan pameran yang dibuka Menteri Lingkungan Hidup. Ia hadir bersama Kepala Kampung Masina dan Ahmad Subuh Refideso selaku fasilitator masyarakat.

“Iya, Kampung Masina terpilih sebagai salah satu dari 23 Desa Mandiri Peduli Mangrove di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup, tahun 2026,”Beber Petrus Kashiw, kepada wartawan, pada Sabtu 13/6/2026.

KLH/BPLH menargetkan desa terpilih mampu menjadi contoh pengelolaan mangrove berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

“Perlu diketahui, Saya hadir dalam kapasitas sebagai Ketua Kelompok Kerja. Dan sebelum pameran, kami juga diundang dalam acara Bimtek DMPM dan DPSA sejak tanggal 10 Juni 2026. Kegiatan pameran lingkungan hidup ini dibuka bapak Menteri,”Tukas Petrus. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *