Merasa Terganggu Dengan Istilah OAR, Para Pencaker Minta Ketegasan Pemda Raja Ampat

WAISAI,gardapapua.com — Para pencaker mengaku merasa terusik dengan dengan adanya isue terkait pemberlakuan Orang Asli Raja Ampat (OAR). Hal ini kemudian mereka saat mendatangi kantor BKD Raja Ampat, meminta respon dan penjelasan dari pihak pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Forum Peduli CPNS, Yosep Mamoribo, dihadapan Sekda Raja Ampat dalam suasana pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor BKD Raja Ampat.

“Yang menganggu pemikiran dan menganggu otak kami dan yang menganggu sakit hati kami adalah orang papua asli raja Ampat. Tidak membicarakan orang Papua asli raja ampat tapi sudah dikategorikan OAR, sekarang yang dipertanyakan siapakah orang asli raja Ampat itu sebenarnya? dan siapa yang dikategorikan orang Papua Raja Ampat?, supaya kami minta penjelasan,”Ujar Yosep, disela – sela saat berjumpa sekda Raja ampat, bersama para pencaker lainnya.

Ia juga mengakui, bahwa dirinya pernah mendapat telepon dan ia disebut pendatang karena dirinya merupakan orang biak, dan  tidak menyangkal hal tersebut bahwa dirinya merupakan orang biak.

Ditambahkan Jhon Sauyai bahwa perwakilan Testing CPNS Formasi 2018 Meminta Supaya Istilah Orang Asli Raja Ampat di hilangkan.

“Menurutnya munculnya istilah OAR, apakah pemerintah sudah melakukan survei pendataan Orang Asli Raja Ampat yang tersebar di kampung-kampung di raja ampat, kalau ada baik-baik saja sebagai masyarakat tetap kami mendukung,”Ujarnya

“Cuma Saya kuatir jangan sampai terjadi konflik horizontal,Dengan demikian selagi masih dalam bingkai NKRI Hentikan Istilah OAR,”Tambahnya

Kesempatan itu dia lalu mengajak semua agar tetap fokus ke Formasi 2018 mengenai kuota 80 Persen kepada OAP Raja Ampat, 20 Persen Non OAP. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *