Pameran PRB Babel 2019, Stand BPBD Papua Barat Diminati Masyarakat

BABEL, gardapapua.com — Kegiatan Peringatan Bulan Resiko Bencana (PRB), Nasional 11-13 Oktober 2019 di Provinsi Bangka Belitung (Babel), menjadi moment yang baik bagi Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Papua Barat).

Kegiatan yang diselenggarakan di Alun – alun taman merdeka, kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel). Pada kesempatan itu, menampilkan ragam pameran pada stand baik dari lembaga kementerian, lembaga pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi yang bergerak dalam bidang kebencanaan.

Stand Pameran Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Papua Barat) misalnya, pada kesempatan Public Forum merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat umum diantaranya kegiatan pameran kebencanaan dan ignite stage, lomba tangguh bencana, fieldtrip, jambore komunitas, rally PRB, dan Fun Walk, ramai dikunjungi maayarakat, dan menjadi sasaran swafoto oleh masyarakat.

Advertorial PRB Tahun 2019

Animo masyarakat ini adalah dalam rangka ingin mengenal secara dekat budaya papua dan kearifan lokal masyarakat di Papua, melalui kesempatan tersebut.

Terkait hal itu, kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir menyatakan, perasaan bangga dan berterima kasih atas perhatian masyarakat Bangka Belitung (Babel) yang telah mengunjungi stand pameran tim BPBD Papua Barat.

Tentunya, pada masyarakat yang secara khusus telah melihat langsung seluruh pesona papua dalam muatan lokal dan pangan yang ditampilkan pada moment pameran Kegiatan Peringatan Bulan PRB Nasional.

Dimana antusias masyarakat tergambarkan dengan melakukan swadaya foto bersama menggunakan berbagai riasan kerajinan tangan asal papua.

” Ini adalah sebagai bentuk untuk kami mau mengenalkan budaya muatan lokal dan pangan kami papua, dan juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga alam dan melestarikannya, seperti jangan lagi adanya perburuan burung cendrawasih, dan juga bagaimana mengenalkan pangan olahan lokal seperti sagu yang banyak manfaatnya jika diolah menjadi makanan sebagai sumber meningkatkan ekonomi masyarakat,”Ucap Derek Ampnir, baru – baru ini.

Sekedar diketahui kembali, bahwa terkait peringatan bulan PRB Nasional sudah dilakukan sejak tahun 2013 dan sudah dilakukan 7 kali dari Mataram, Bengkulu, Solo, Manado, Sorong terakhir ke Medan.

Dimana Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana ini merupakan sarana untuk memperkuat pemahaman pemerintah, lembaga usaha dan masyarakat terhadap aktivitas PRB sebagai bagian dari investasi untuk ketangguhan.

Tema yang diangkat pada Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Tahun 2019 adalah “Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Ekosistem dan Investasi”. [Rls/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *