Usai Sorong, Gubernur Mandacan dan Forkompimda Sambangi Daerah Fakfak

MANOKWARI, gardapapua.com — Bertempat di Bandar Udara Torea Fakfak, Jln. Adi Sucipto, Kel. Dulanpokpok Torea, Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, telah tiba Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan Bersama Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau dan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si serta Para Asisten dengan menggunakan Pesawat Hercules dalam rangka mengecek situasi pasca kejadian Pembakaran dan Kericuhan yang terjadi pada tanggal 21 Agustus 2019, Sabtu (24/08/2019).

Hadir dalam penjemputan tersebut, Bupati Kab. Fakfak Dr. Drs. Muhamad Uswanas, M.Si., Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf Yatiman, A.Md., Kapolres Kab. Fakfak Akbp Deddy Fourry Milewa, SH. S. IK. M. IK., Ketua DPRD Kab. Fakfak Siti Rahmawati Hegemur, ST., Wakil Bupati Fakfak Ir. Abraham Sopaheluwaka, M.Si., Plt Sekda Kab. Fakfak Drs. Alibaham Temongmere, M.Tp., Ketua Pengadilan Fakfak Thobias Benggai, SH., Kepala Kejaksaan Fakfak Firdaus, SH.MH., Ketua Dewan Adat (Zerzet Gwasgwas) serta Perwira TNI – POLRI, Toga ,Tomas dan Tokoh Adat, BUMN/BUMD se Kabupaten Fakfak.

Setibanya di Bandara Torea Kab. Fakfak, rombongan langsung menuju ke Winder Tuare Fakfak guna melaksanakan tatap muka bersama Forkopimda Propinsi Papua Barat Dan Forkopimda Kabupaten Fakfak bersama Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Fakfak.

Dalam sambutannya, Bupati Fakfak menyampaikan bahwa kondisi Kabupaten Fakfak saat ini sudah Kondusif dan mari kita saling mengayomi satu sama lain demi kemajuan kota pala ini dan saya meminta kepada Bapak Kapolres dan Dandim 1803/Fakfak untuk mengusut tuntas para pelaku dan otak dibalik kejadian pada tanggal 21 agustus 2019.

Di akhir sambutannya Bupati Fakfak menyerahkan Aspirasi Masyarakat Kabupaten Fakfak kepada Bapak Gubernur Papua Barat dilanjutkan dengan mendengarkan kata sambutan dari Kapolda Papua Barat yang menyampaikan tujuan kedatangan Gubernur beserta rombongan di Kabupaten Fakfak untuk mengecek langsung kondisi kenyamanan khususnya warga masyarakat Kabupaten Fakfak.

“Saya perlu sampaikan bahwa sekarang situasi khususnya wilayah Papua Barat sudah Kondusif dan saya minta kepada Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat di Kabupaten Fakfak jangan terpancing dengan isu-isu atau informasi yang bisa memecah belah kita,” Ungkap Kapolda Papua Barat.

Masaalah ini awal mula dari jawa tapi sekarang sudah mulai diselidiki yang menyebarkan hoax dan kita yang ada di Papua Barat percayakan sepenuhnya pihak yang berwajib bekerja dan mari kita doakan sama-sama biar pelaku penyebar hoax cepat tertangkap dan saya berharap Masyarakat melaksanakan aktifitas kegiatan seperti biasa dan keamanan dari Polres didampingi TNI aktif melaksanakan Patroli demi kenyamanan Masyarakat setempat.

Di tempat yang sama Pangdam XVIII/Kasuari juga menyampaikan kembali
tujuan kedatangannya bersama Bapak Gubernur dan Kapolda Papua Barat serta para Asisten dalam rangka kunjungan kerja sekaligus tatap muka dengan para tokoh dan elemen Masyarakat yang ada di Kabupaten Fakfak.

“Saya sebagai Pangdam XVIII/Kasuari sangat menyesalkan dan kecewa dengan kejadian ini, saya ini orang asli papua dan saya meminta kepada Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat supaya memberikan pemahaman kepada ade-ade kita supaya tidak terjadi lagi kejadian yang memalukan ini. Kejadian ini harus diusut tuntas supaya tidak terjadi lagi dan saat ini pimpinan kita pusing memikirkan kesejahteraan Masyarakat karena dana yang sudah teranggarkan akan dialihkan seperti memperbaiki kantor yang sudah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, kemudian TNI – POLRI mempunyai SOP untuk mengatasi masaalah tetapi kalau kita sesuaikan akan menimbulkan korban banyak, justru itu kita melaksanakan cara persuasif mengatasi masaalah agar tidak menimbulkan korban.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan mende

ngarkan Arahan Gubernur Papua Barat meminta kepada Masyaraka agar saling bergotong royong untuk memajukan daerah kita yang mempunyai semboyan satu tungku tiga batu ini. Kita Propinsi Papua Barat mendapat urutan nomor 1 untuk toleransi umat beragama dari seluruh propinsi yang ada di Negara ini, oleh karena itu mari kita jaga dan membangun Negeri dan tanah ini supaya berkembang dari masa ke masa.

Selain itu Gubernur juga meminta kepada Pangdam dan Kapolda untuk menangkap pelaku atau otak penyebab kericuhan beberapa hari yang lalu.
“Aspirasi dari Masyarakat sudah saya terima dan akan saya rapatkan dengan Pangdam serta Kapolda Papua Barat untuk disampaikan kepada Bapak Presiden.

Kunjungan kerja Gubernur, Pangdam, Kapolda Papua Barat beserta para Asisten dalam rangka tatap muka dengan tokoh Adat, tokoh Masyarakat dan tokoh Agama serta Forkompinda Kab. Fakfak dan melihat kindisi atau situasi Kab. Fakfak pasca kerusuhan dan pembakaran pasar Thumburuni. [*/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *