DaerahGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniHUMANISLingkungan dan HAMNasional

Komitmen Putus Keterisolasian daerah Pesisir, Pemkab Bintuni Mulai Bangun Jalan Yaru–Kasira Lama–Babo

TELUK BINTUNI, gardapapua.com – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni secara resmi memulai pembangunan ruas Jalan Yaru–Kasira Lama–Babo. Demikian hal ini, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam pemerintahan Yohanis Manibuy – Joko Lingara dengan Visi ‘SERASI’ dalam membangun jalan untuk memutus keterisolasian wilayah guna mendorong pemerataan ekonomi, membuka akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan, serta mempercepat konektivitas antarwilayah terpencil.

Hal tersebut ditandai melalui prosesi peletakan batu pertama ditandai dengan prosesi adat yang digelar di Base Camp PT. Delta Batarajaya, Kali Warima, Kampung Yaru, Distrik Aroba, pada Minggu (26/7/2026).

Prosesi berlangsung khidmat, selaku kepala daerah, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,SE.,M.H., hadir bersama masyarakat adat, pemilik hak ulayat, tokoh masyarakat, dan pihak kontraktor. Sebagai simbol dimulainya pekerjaan, Bupati melakukan pengguntingan pita usai prosesi adat.

Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan ini mengacu pada Kontrak Nomor 602.1/03/PPK.310-B3J/233/KONTR/DPUPR/2026, tertanggal 3 Juni 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Delta Batarajaya, dengan durasi 720 hari kalender.

Proyek dibiayai melalui Dana Bagi Hasil (DBH) SDA Pertambangan Minyak Bumi Papua untuk Infrastruktur. Cakupannya tidak hanya jalan, tetapi juga pembangunan Jembatan Kali Warima, yang akan menghubungkan Kampung Kasira Lama hingga Babo.

Bupati Yohanis Manibuy menyebut pembangunan ini sebagai langkah strategis memutus keterisolasian di Distrik Aroba.

“Jalan ini untuk membuka akses, meningkatkan konektivitas, serta memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pembangunan. Dengan adanya jembatan, akses warga ke Kasira Lama dan Babo akan jauh lebih mudah,”Ujar Bupati Yohanis Manibuy.

Ia menegaskan, penghormatan terhadap adat dan hak ulayat menjadi fondasi awal pembangunan. Karena itu prosesi adat dikedepankan sebelum alat berat masuk ke lokasi.

Turut hadir Wakil Ketua DPRK Teluk Bintuni Yasman Yasir, Dandim 1806/Teluk Bintuni Letkol Inf. Yan Doli Simanjuntak, PPK DPUPR Teluk Bintuni, Risky Ranggina, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kasi Penyelesaian Sengketa Tanah Alfons Iba, jajaran PT. Delta Batarajaya, serta Ny. Verawati Manibuy dan Ny. Yasman Yasir.

Pemkab menargetkan ruas Yaru–Kasira Lama–Babo, menjadi penggerak ekonomi baru. Akses yang lebih baik diharapkan mempercepat arus barang, jasa, dan pelayanan publik hingga ke kampung-kampung. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *