Ombudsman Apresiasi RRI-Festival, Wujud Nyata Negara Hadir Untuk Dorong UMKM Rakyat
MANOKWARI, gardapapua.com — Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Papua Barat – Papua Barat Daya mengapresiasi kegiatan RRI-Festival yang digelar di halaman RRI Manokwari dalam rangka memperingati HUT RRI ke-81.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (5/9/2026) ini dinilai membawa dampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui kegiatan sosial kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Papua Barat – Papua Barat Daya, Amus Atkana, hadir langsung dan ikut terlibat sebagai peserta donor darah bersama masyarakat.
Berbeda dari perayaan hari jadi pada umumnya, RRI-Festival tahun ini mengusung semangat keberpihakan kepada publik. Sejumlah kegiatan dibuka untuk umum dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.
Di antaranya adalah *bazar pangan murah* yang membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kemudian *stand kuliner dan dagangan dari kelompok UMKM* yang menjadi ruang promosi dan peningkatan ekonomi para pelaku usaha kecil.
Puncak kegiatan sosialnya adalah aksi donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Papua Barat. Ratusan warga, pelajar, hingga pejabat daerah tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Di tengah situasi yang tidak mudah seperti sekarang ini, kegiatan seperti ini sangat bernilai positif. Ada bazar murah, ada ruang bagi UMKM untuk berjualan, dan ada aksi donor darah yang menyelamatkan nyawa. Ini adalah wujud nyata hadirnya negara bagi rakyatnya,” ujar Amus Atkana di sela kegiatan.
Ombudsman secara khusus memberikan apresiasi kepada PMI Papua Barat yang terus konsisten bergerak dalam kegiatan kemanusiaan.
Amus juga menyoroti peran Ketua PMI Kabupaten Maybrat yang turut hadir dan mendukung penuh kegiatan RRI-Festival. Menurutnya, kolaborasi antara media publik, lembaga kemanusiaan, dan pemerintah adalah contoh baik sinergi untuk melayani masyarakat.
“Kami mendorong publik Papua Barat untuk bersama-sama dengan PMI mendukung kegiatan kemanusiaan ini. Setetes darah yang kita sumbangkan hari ini bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain,” ajak Amus.
Ia menilai, donor darah bukan hanya kegiatan seremonial. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang menumbuhkan empati dan solidaritas di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Amus menegaskan bahwa kegiatan seperti RRI-Festival sejalan dengan semangat Ombudsman dalam mendorong perbaikan pelayanan publik.
Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya soal administrasi di kantor pemerintahan. Tetapi juga bagaimana negara dan seluruh lembaganya hadir menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita belajar bahwa pelayanan kepada publik bisa dilakukan dengan berbagai cara. Yang penting manfaatnya langsung dirasakan rakyat. Mari bersama kita wujudkan pelayanan publik yang semakin baik di Papua Barat dan Papua Barat Daya,” pungkas Amus.
Ombudsman berharap kegiatan berbasis kerakyatan seperti ini dapat terus diinisiasi oleh berbagai instansi. Dengan begitu, kepercayaan publik kepada negara akan semakin tumbuh karena merasakan kehadiran dan kepedulian secara nyata. [LN/RED]
