Pencaharian Korban Terkaman Buaya Di Bintuni, Masuk Hari Ketiga

Klik Tautan Video Pencaharian Korban Menyisir Sungai Dibawah Ini 

 

MANOKWARI, gardapapua.com — Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, George Leo Mercy Randang, Minggu (14/4/2019) mengatakan, bahwa jajarannya hingga kini bersama tim, masih melakukan aksi pencaharian korban bocah sepuluh tahun korban yang diduga diterkam buaya.

Dimana sejak menerima info awal ihwal adanya kejadian tersebut pada 13 April 2019 Pkl. 09.45 WIT kemarin oleh Pelapor atas nama Sepnat Ibori, Minggu (14/4/2019) merupakan hari kedua tim gabungan melakukan aksi pencaharian tersebut.

” Jadi ini telah hari kedua tim melakukan aksi pencaharian seorang bocah Korban di duga terseret arus sungai dan dugaan diterkam buaya saat hendak mandi bersama ke-3 (tiga) Org Temannya,”Ucap George Leo Mercy Randang, Minggu (14/4/2019) Kepala Basarnas Manokwari.

Seorang bocah diketahui bernama Brian Ibori berumur sepuluh tahun, merupakan warga Distrik Tembuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, hilang terseret arus Sungai Wasian, sejak Jumat (12/04/2019).

Sementara dugaan lainnya bocah laki-laki itu sudah diterkam oleh buaya yang hidup di sungai tersebut. Hal ini berdasarkan keterangan salah satu seorang temannya, menceritakan detik saat mereka hendak mandi di kali sungai wasian, tetapi korban diduga diterkam oleh seekor buaya yang hidup di Sungai tersebut.

” Menurut keterangan saksi, bahwa setelah buang air besar, korban berlari menuju ke arah saksi untuk mendorong (bermain) saksi dimana saksi terjatuh sempat menginjak ekor buaya dan melihat Korban juga terjatuh di atas kepala Buaya akhirnya diterkam buaya di bagian kaki selanjutnya korban diseret buaya kedalam air. Selanjutnya saksi berteriak minta tolong kepada Pelapor dan pelapor mencari keberadaan korban namun tidak ditemukan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keluarga korban dan masyarakat,”Bebernya

Kendati demikian, kejadian tersebut tidak menyurutkan semangat Tim SAR gabungan optimis melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Wasian demi mencari keberadaan korban, dan meski nihil pada pencaharian di hari kedua minggu (14/3/2019) sore hari.

“Kondisi cuaca saat itu mendung tetapi namun banjir dan arus sangat deras. Tim SAR gabungan lalu menghentikan pencarian serta kembali ke Pos SAR Bintuni, dan rencana pencarian akan dilanjutkan Senin pagi yakni di hari pencaharian ketiga,”Tutup Mercy.

Adapun unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut masing-masing diantaranya lima orang prsonel Tim Rescue Pos Bintuni, satu personel Polair Bintuni, tiga personel Polsek Bintuni, dua prajurit TNI-AL, sepuluh orang keluarga korban dan masyarakat setempat. [KK/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *