DaerahGarda Teluk BintuniHeadline newsHUMANIS

Secangkir Kopi Hangatkan Sinergi Polri dan Wartawan Bintuni di Tanah Sisar Matiti dalam Moment ‘Coffe Night’

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Tidak ada barikade, tidak ada podium. Pada Selasa (15/09/2026), malam, sekitar pukul 20.00 wit, yang ada hanya aroma kopi yang mengepul, tawa yang pecah, dan obrolan yang mengalir hangat di Coffee Bean Coffolice, Kalikodok, Kota Bintuni.

Di meja sederhana itulah jajaran PJU Polres Teluk Bintuni menggelar Coffee Night bersama insan pers. Bukan konferensi pers yang kaku, melainkan ruang silaturahmi untuk mempererat jarak antara mereka yang menjaga keamanan dan mereka yang menjaga informasi.

Tampil sederhana, dan sebagai orang nomor satu di jajaran Polres AKBP Marully Rachmat Azwar, S.H., S.I.K.,M.M., hadir bersama hampir seluruh jajaran pejabat utamanya.

Mulai dari Wakapolres Kompol I Putu Edi Wirawan, Kabag Ren, Kasat Reskrim, Kasat Samapta, Kasat Lantas, Kasat Intelkam, Kasi Humas, hingga para Kapolsek dan perwira lainnya. Mereka datang bukan untuk memberi arahan, tetapi untuk mendengar.

Di sisi lain duduk para penjaga pena, di antaranya Sekretaris PWI Teluk Bintuni Wawan Gunawan, mewakili Adrian Kairupan Ketua PWI Teluk Bintuni, bersama sejumlah wartawan yang setiap hari bertugas di lapangan.

Suasana yang biasanya formal dalam rilis kepolisian malam itu mencair. Kapolres membuka pertemuan dengan kalimat sederhana.

“Silaturahmi ini untuk lebih mendekatkan Polri dengan wartawan. Kami juga meminta masukan dari rekan-rekan media,” ujar AKBP Marully.

Ia menegaskan, wartawan bukan sekadar mitra publikasi. Mereka adalah jembatan yang menghubungkan kerja-kerja kepolisian dengan rasa aman masyarakat. Ketika komunikasi baik, informasi tentang kamtibmas akan sampai secara berimbang, akurat, dan menenangkan.

Malam itu, Kapolres memberi ruang. Para wartawan dipersilakan menyampaikan masukan, saran, bahkan kritik tentang pelayanan kepolisian di tengah masyarakat Teluk Bintuni.

Wawan Gunawan menyambut baik inisiatif tersebut. Mewakili Ketua PWI dan rekan-rekan media, ia menilai Coffee Night adalah format komunikasi yang paling humanis.

“Terima kasih kepada Polres Teluk Bintuni yang telah mengundang kami. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi antara kepolisian dengan insan pers,” kata Wawan.

Baginya, sinergi tidak dibangun dari siaran pers semata, melainkan dari kepercayaan yang tumbuh lewat pertemuan tatap muka, seperti malam itu.

Kopi demi kopi diseruput, cerita lapangan dibagi. Ada cerita tentang sulitnya akses di distrik, tentang kabut asap yang baru saja melanda, hingga harapan agar informasi kepolisian bisa lebih cepat sampai ke kampung-kampung.

Coffee Night Polres Teluk Bintuni malam itu meninggalkan pesan yang lebih dalam dari sekadar pertemuan. Ini tentang bagaimana institusi negara ingin hadir dengan cara yang lebih dekat, lebih mendengar, dan lebih humanis.

Polri dengan kewenangan menjaga keamanan, dan wartawan dengan tugas menjaga kebenaran informasi, sejatinya berada dalam misi yang sama: menciptakan Teluk Bintuni yang aman, tertib, dan kondusif.

Ketika cangkir kopi terakhir habis, yang tertinggal bukan hanya kehangatannya, tetapi komitmen untuk terus menjaga sinergi. Bahwa keamanan dan informasi yang edukatif hanya bisa lahir dari komunikasi yang terbuka dan penuh keakraban. [Ian/Red]

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *