HUT ke-80 Paroki Santo Yohanes Teluk Bintuni: Pastor Alexander Ajak Umat Jadikan Iman sebagai Jalan Hidup dan Persaudaraan
TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Momentum Kick Off menyambut Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Paroki Santo Yohanes Teluk Bintuni, menjadi momentum syukur sekaligus panggilan pembaruan iman bagi seluruh umat Katolik di wilayah ini.
Dalam perayaan yang berlangsung khidmat, pada Jumat (11/9/2026), Pastor Alexander Bano,SVD menyampaikan, pesan pastoral agar usia emas paroki tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi dihidupi melalui tindakan kasih dalam keseharian.
Pastor Alexander menegaskan, angka 80 tahun bukanlah sekadar hitungan waktu. Angka itu adalah cermin perjalanan panjang iman, pengorbanan, dan penyertaan Tuhan atas Paroki Santo Yohanes.
“80 tahun ini adalah tanda syukur. Tetapi lebih dari itu, ini adalah panggilan. Panggilan untuk semakin menghidupkan nilai-nilai Injil dalam hidup kita setiap hari,”Ujar Pastor Alexander.
Menurutnya, keberadaan paroki tidak diukur dari megahnya gedung gereja. Keberadaan paroki diuji dari seberapa nyata kasih Allah diwujudkan oleh umatnya di tengah masyarakat Teluk Bintuni.
“Gereja hidup ketika umatnya saling mengasihi, saling menolong, dan menjadi terang bagi sesama. Itulah wajah paroki yang sesungguhnya,”Tegasnya.

Dalam homilinya, Pastor Alexander mengajak umat untuk membawa semangat ajaran Gereja keluar dari bangku gereja dan menerapkannya di rumah, tempat kerja, dan lingkungan sekitar.
Ia menekankan tiga nilai utama yang harus dihidupi umat di usia ke-80 ini adalah tentang Iman, Harapan, dan Kasih.
Dimulai dari Iman, adalah wajib diwujudkan melalui doa bersama, pembacaan Kitab Suci, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan gereja.
Harapan, diwujudkan dengan tetap percaya bahwa Tuhan berkarya dalam setiap tantangan kehidupan masyarakat.
Kasih, diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama, terutama kepada yang kecil, lemah, miskin, dan terpinggirkan.
“Jika ajaran Kristus hanya tinggal di mimbar, maka iman kita akan kering. Tetapi jika ajaran itu kita hidupi dalam tindakan sederhana, dalam sapaan, dalam pertolongan, maka dunia akan melihat Kristus melalui kita,”Pesannya.
Pastor Alexander juga menyoroti pentingnya semangat kebersamaan dan persaudaraan sebagai ciri khas umat Paroki Santo Yohanes.
Ia mengingatkan bahwa selama 80 tahun, paroki ini bertumbuh bukan karena satu orang, tetapi karena kerja sama seluruh umat, para pastor, para katekis, OMK, wanita Katolik, bapak-bapak, dan semua komunitas basis.
“Di saat kita bersatu, di saat kita saling mendukung, di situlah Tuhan hadir. Mari kita jaga persaudaraan ini. Jangan biarkan perbedaan membuat kita jauh. Jadikan perbedaan sebagai kekayaan untuk saling melengkapi,”Ajaknya.
Ia berharap perayaan HUT ke-80 ini menjadi tonggak pembaruan semangat. Semangat untuk kembali ke sumber iman, semangat untuk melayani tanpa pamrih, dan semangat untuk membangun Teluk Bintuni yang damai dan rukun.
Menutup pesannya, Pastor Alexander mengajak seluruh umat menjadikan peringatan ini sebagai awal baru. Bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk menatap masa depan dengan iman yang lebih kokoh.
“Marilah kita menjadi garam dan terang dunia. Menjadi berkat bagi keluarga, bagi kampung, bagi Teluk Bintuni. Dengan begitu, usia 80 tahun paroki ini akan terus berbuah dan menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan,”Pungkasnya.
Perayaan HUT ke-80 Paroki Santo Yohanes Teluk Bintuni diharapkan menjadi awal dari perjalanan iman baru. Perjalanan yang menempatkan kasih, pelayanan, dan kebersamaan sebagai pusat kehidupan umat Katolik di Tanah Papua. [TIM/RED]
