DaerahGarda ManokwariHeadline newsPendidikan

STMIK Kreatindo Manokwari Dorong Daya Saing Wisata Pulau Mansinam Lewat Website dan Literasi Digital

MANOKWARI — Pulau Mansinam di Teluk Doreri, Kabupaten Manokwari, memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya Papua. Untuk mengoptimalkan potensi itu, STMIK Kreatindo Manokwari menggagas program pengabdian masyarakat bertajuk “Peningkatan Daya Saing Destinasi Wisata Kampung Mansinam Melalui Implementasi Sistem Informasi Pariwisata Berbasis Website dan Literasi Digital”.

Program ini didanai tahun 2026 oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pulau Mansinam memiliki luas 410,97 hektar dan terletak di Teluk Doreri. Pulau ini bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga saksi sejarah masuknya peradaban dan penyebaran agama di Tanah Papua.

Sayangnya, promosi dan pengelolaan informasi wisata di pulau ini belum dikelola secara maksimal dan digital. Hal inilah yang menjadi dasar STMIK Kreatindo Manokwari bersama masyarakat sadar wisata Pulau Mansinam untuk bergerak.

Kegiatan ini diketuai oleh Bapak Zulkarnain,S.Kom.,M.Kom dosen STMIK Kreatindo Manokwari. Tim pelaksana lainnya adalah Lilis Indrayani,S.Kom.,M.Kom dari Universitas Papua, Irmawati Leppang,M.Si, serta sejumlah mahasiswa STMIK Kreatindo Manokwari.

Kontrak dan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat :
Melibatkan Tim Pengabdian, Kepala Kampung Mansinam, Ketua dan Anggota Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Pulau Mansinam.

Pelatihan 1 – Workshop Penguatan Literasi Digital :
Fokus pada pemanfaatan teknologi untuk promosi wisata agar masyarakat mampu memasarkan potensi Mansinam secara mandiri.

Pelatihan 2 – Workshop Media Sosial dan Pembuatan Konten :
Pendampingan pembuatan akun media sosial resmi dan pelatihan pembuatan konten menarik tentang wisata, budaya, dan sejarah Mansinam.

Pelatihan 3 – Implementasi Teknologi :
Pembuatan dan peluncuran sistem informasi pariwisata berbasis website resmi: www.pulaumansinam.com

Monitoring dan Evaluasi :
Pendampingan berkelanjutan agar website dan media sosial tetap aktif dikelola masyarakat.

Kegiatan tahap pertama telah dilaksanakan pada 8 Juli 2026. Materi yang disampaikan adalah Literasi Digital dan Media Sosial. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Kampung Mansinam dan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata Pulau Mansinam.

Antusiasme peserta cukup tinggi. Masyarakat mengaku baru memahami pentingnya mengelola informasi wisata secara digital untuk menarik wisatawan.

Tahap selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada September 2026, dengan fokus pada pelatihan teknis pembuatan konten dan peluncuran website.

4Tujuan Utama Program :

1. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra, dalam mempromosikan wisata Pulau Mansinam secara digital.
2. Memberikan penguatan dan pendampingan, dalam mengelola media sosial resmi Pulau Mansinam.
3. Meningkatkan kemampuan mitra, dalam menggunakan teknologi untuk promosi wisata.
4. Digitalisasi Pulau Mansinam, melalui kehadiran sistem informasi website resmi http://www.pulaumansinam.com sebagai pusat informasi destinasi.

Kehadiran sistem informasi dan literasi digital ini diharapkan memberi dampak langsung bagi ekonomi warga sekitar:

Dengan website dan media sosial, jangkauan promosi tidak hanya lokal. Wisatawan nasional hingga internasional dapat mengakses informasi tentang Mansinam. Dampaknya, frekuensi kunjungan wisatawan diproyeksi meningkat. Otomatis usaha jasa sewa perahu, petugas parkir, dan pedagang di sekitar halte penyeberangan juga ikut terdongkrak.

Website akan memuat daftar harga resmi jasa seperti sewa perahu dan pemandu wisata. Hal ini menciptakan iklim usaha yang sehat, menghindari praktik pungutan tidak jelas, dan membangun citra baik masyarakat lokal di mata wisatawan.

Masyarakat, khususnya Pokdarwis dan pemuda, akan memiliki kapasitas lebih baik dalam menggunakan teknologi. Mereka tidak hanya menjadi pelaku wisata, tetapi juga pengelola informasi.

Kehadiran website resmi memberikan kepastian informasi. Wisatawan dari luar daerah akan merasa lebih aman karena memiliki rujukan data yang jelas tentang akses, fasilitas, dan kontak pengelola di Mansinam.

Ketua Tim, Zulkarnain,S.Kom.,M.Kom., menyampaikan bahwa program ini adalah bentuk kepedulian kampus dalam membangun desa wisata berbasis teknologi.

“Kami ingin Mansinam tidak hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga mudah diakses informasinya. Dengan digitalisasi, masyarakat yang mengelola dan merasakan manfaatnya langsung,” ujarnya.

Melalui program ini, STMIK Kreatindo Manokwari berharap Pulau Mansinam dapat naik kelas menjadi destinasi wisata unggulan di Papua Barat yang dikelola secara profesional, transparan, dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *