DaerahGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniHeadline newsKesehatanNasional

Kemarau Panjang dan Karhutla, Dinkes Teluk Bintuni Siagakan Layanan dan Imbau Warga Jaga Kesehatan

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni menyatakan siaga penuh di Distrik Sumuri menyusul meningkatnya kasus gangguan pernapasan akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Langkah ini diambil untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan dan masyarakat terdampak segera mendapat penanganan.

Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, dr. Johannes D. Risamasu, memastikan seluruh tenaga medis tetap bertugas di 1 Puskesmas dan 2 Puskesmas Pembantu di Distrik Sumuri.

Untuk mendukung pelayanan, Dinkes telah mengirimkan pasokan oksigen ke lokasi. Rinciannya, 8 tabung ukuran besar dan 4 tabung ukuran kecil.

“Kami pastikan tidak ada kekosongan layanan. Tenaga kesehatan tetap siaga melayani masyarakat di zona rawan Karhutla,”Ucap dr. Johannes D. Risamasu, usai rapat Tim Gugus Tugas Penanganan Karhutla di Gedung GSG Teluk Bintuni, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan data sementara dari Puskesmas Tofoi, dalam sehari tercatat 26 pasien berobat. Dari jumlah itu, 29 kasus merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, 1 kasus pneumonia, dan 16 kasus dengan diagnosis lain.

dr. Johannes menyebut peningkatan kasus ISPA dan pneumonia sangat berkaitan dengan asap dan polusi udara akibat Karhutla. Namun ia menegaskan tidak semua kasus murni disebabkan oleh kebakaran.

“Tidak semua disebabkan oleh asap. Bisa juga karena infeksi pernapasan lainnya. Tapi kita harus waspada karena kualitas udara saat ini memang menurun,”Jelasnya.

Dinkes menempatkan kelompok rentan sebagai prioritas pemantauan. Meliputi anak- anak, ibu hamil, lansia, dan warga dengan gizi kurang.

Untuk mencegah bertambahnya kasus, Dinkes gencar melakukan sosialisasi pencegahan kepada warga. Terkait itu, dr. Johannes mengimbau masyarakat di Sumuri untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah saat asap tebal.

Menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, Memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh, segera berobat ke Puskesmas atau Pustu terdekat jika mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau demam.

“Kami minta warga lebih peduli pada kesehatan keluarga, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Jangan tunda berobat,”Tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat tidak memperparah situasi dengan membakar sampah atau lahan secara sembarangan. “Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan menambah risiko kebakaran baru,”Pungkas dr. Johannes.

Dinkes Teluk Bintuni telah melaporkan seluruh data kasus ke Tim Gugus Tugas Penanganan Karhutla untuk langkah penanganan lebih lanjut. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *