DaerahGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniHUMANISRegional

Air Bersih PUPR Teluk Bintuni Diprioritaskan untuk Mandi dan Mencuci, Dua Distrik Telah Terlayani

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Menindaklanjuti arahan pimpinan daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Teluk Bintuni bergerak cepat mendistribusikan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang.

Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, khususnya di wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Kepala dinas melalui, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Teluk Bintuni, Yames Elias Nussy,S.IP., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan setidaknya tiga (3) hingga lima (5) unit armada tangki air untuk penyaluran.

“Kami menggunakan dua unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter milik Sekretariat Daerah dan satu unit mobil dump truck yang dimodifikasi dengan tangki berkapasitas 5.500 liter,”Ujar Yames Nussy, pada Selasa (1/9/2026).

Ia menegaskan, air bersih yang disalurkan saat ini diprioritaskan untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan mencuci. Sementara untuk kebutuhan memasak, Dinas PUPR masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan.

“Perlu kami tegaskan, air yang kami distribusikan saat ini untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci. Untuk konsumsi, kami masih menunggu uji hasil sampel dari Dinas Kesehatan,”Tegasnya.

Kata dia, bahwa hingga saat ini, distribusi telah menyasar dua wilayah, yakni Distrik Manimeri dan Distrik Bintuni Kota. Untuk Distrik Manimeri, sumber air saat ini masih diambil dari Kali Muturi dan sungai sekitar, kemudian didistribusikan secara manual menggunakan tangki.

Di Distrik Manimeri, penyaluran dilakukan di Kampung Bumi Saniari SP3, Kampung Korano Jaya SP2, Kampung Horna Baru, dan Kampung Muturi. Bantuan di wilayah tersebut telah berjalan rutin sesuai permintaan dan kebutuhan Masyarakat.

Respons masyarakat cukup positif. Warga Kampung Bumi Saniari SP3 mengaku sangat terbantu. Sebelumnya, anak-anak harus turun ke sungai untuk mandi sehingga sering terlambat ke sekolah. Dengan adanya bantuan air bersih, aktivitas harian warga menjadi lebih lancar.

Untuk wilayah perkotaan, Dinas PUPR akan mengoptimalkan sumber air di kawasan GSG Kalikodok. Debit air di titik tersebut mencapai 10 liter per detik dan diproyeksikan dapat melayani masyarakat di Kampung Agats, Pasar Sentral, Kehutanan Lama, dan sekitarnya.

Dan sebagai langkah cepat, saat ini jaringan perpipaan menuju rumah warga masih dalam tahap perbaikan dan revitalisasi. Jika telah selesai, sistem pipanisasi ini akan menjadi solusi jangka menengah untuk pemenuhan air bersih di wilayah kota.

“Untuk wilayah perkotaan kita berbeda. Dari GSG Kalikodok ini sudah ada jaringan pipanisasi. Setelah jaringan diperbaiki, distribusi bisa langsung ke rumah warga apalagi yang disekitar kampung agats dan pasar sentral,”Kata Yames.

Sementara itu, untuk distrik lainnya, Dinas PUPR masih melakukan peninjauan lapangan. Penentuan sumber air akan disesuaikan dengan kondisi geografis. Beberapa daerah dapat memanfaatkan air gravitasi, sebagian lain perlu sumur bor. Namun tidak semua wilayah di Bintuni memungkinkan untuk pengeboran, sehingga alternatifnya adalah memanfaatkan mata air terdekat seperti kali dan sungai.

Khusus Distrik Sumuri yang terdampak pasca bencana kebakaran, Dinas PUPR telah membentuk tim khusus. Tim tersebut ditugaskan mencari sumber air dengan debit memadai agar segera dapat disalurkan ke masyarakat.

“Jika ditemukan sumber air yang bagus dan debitnya besar, kami akan upayakan untuk segera menyuplai ke masyarakat di sana,”Pungkas Yames.

Dengan langkah cepat dan terstruktur ini, Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas PUPR berkomitmen memastikan tidak ada warga yang kekurangan air bersih selama periode musim kemarau. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *