Apresiasi Pengerjaan Bronjong Sungai Matoa, Kepala Dusun Minta Pengerjaan Dilanjutkan Merata

MANOKWARI, gardapapua.com — Dibalik apresiasi atas tindakan pengerjaan Penanganan Tanggap Darurat Bencana Banjir Sungai Matoa (Warikon), Distrik Masni Kabupaten Manokwari, yang telah dikerjakan atas inisiasi dan kordinasi pemerintah daerah manokwari serta kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat sumber daya air, pada satker operasi dan pemeliharaan sumber daya air papua barat, masyarakat dusun warikon melalui Kepala Dusun Warikon, Kampung Sidey Jaya, Yulianus Meidodga mengharapkan, agar kiranya pengerjaan normalisasi dan pemasangan bronjong penahan arus air sungai, dapat dilanjutkan pengerjaannya sesuai kebutuhan masyarakat.

“Saya liat sejauh ini pengerjaan bronjong pada area dinding kali sudah dikerjakan dan itu sangat baik. Hanya kalau bisa harapan kami ini dapat tetap dilanjutkan, dan kami minta agar pada titik lokasi yang rawan meluap itu yang harus segera dilanjutkan pengerjaannya, harus di sambung. Jangan putus, saya mau itu dikerjakan lanjut,”Ujarnya, kepada sejumlah awak media saat ditemui, (3/10).

Hal itu melihat, pada proses pengerjaan hanya baru sebatas mengamankan sejumlah rumah warga pada yang terletak pada jalur 01, dusun warikon. Sementara pada lokasi titik yang memanjang hingga pada area pasar dan beberapa rumah warga terlihat tumpukan tanah dan rumput yang masih menutupi aliran air pada badan sungai.

“Karena kalau dilihat dari jembatan itu pas dibelokan kali samping mesjid belum di lanjutkan, takutnya nanti terjadi penumpukan tanah di situ dan air meluap lagi kalau ada intensitas tinggi curah hujan. Kemarin saya selaku kepala kampung/dusun sudah kasi tau ke pihak kontraktor yang sementara kerjakan normalisasi dan pemasangan bronjong atas instruksi bupati manokwari kemarin dan pihak balai sungai saat bersama meninjau lokasi banjir di kampung warikon ini, kalau bisa ini dikerjakan sekalian,”Imbuhnya

Hal ini juga, agar apa yang diharapkan masyarakat Dusun Warikon dapat terbebas dari langganan banjir dapat terwujud. Karena tak dipungkiri, dalam beberapa waktu terakhir pada setiap terjadinya curah hujan tinggi luapan air terjadi pada sungai Matoa.

Itu karena banyaknya aliran air dari berbagai arah dusun yang berada di atas lereng gunung yakni dari Kampung Manggupi tepatnya di Dusun Isima, dan Kampung Aurmios tepatnya di Dusun Irmus, Distrik Sidey Jaya yang tak mampu menahan aliran air saat hujan.

” Kami bersepakat pekerjaan ini dilanjutkan dengan baik. Supaya benar – benar masyarakat dapat merasakan manfaatnya dari setiap pembangunan di dusun/kampung,”Tukasnya. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *