DaerahGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniHeadline newsKesehatanRegional

Garda Terdepan, 25 Petugas Kesehatan Teluk Bintuni Ikuti Pelatihan Akupresur Daring dan Luring

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Sebanyak 25 tenaga kesehatan dari 25 perwakukan Puskesmas se-Kabupaten Teluk Bintuni mengikuti Pelatihan Akupresur secara daring dan luring selama tiga hari.

Kegiatan berlangsung di Aula Penginapan Kartini, Teluk Bintuni, Jumat (29/8/2026), dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Johannes D. Risamasu,M.Kes.,Sp.PK., yang mewakili Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.

Dalam sambutannya, dr. Johannes menegaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan.

“Melalui pelatihan ini, tenaga kesehatan diharapkan menjadi pendorong dan pembina pelayanan kesehatan tradisional di wilayah kerjanya masing-masing,”Ujarnya.

Ia merinci tiga peran utama yang diharapkan setelah pelatihan, maka tenaga kesehatan diharapkan dapat mengintegrasikan, akupresur secara aman ke dalam program promosi kesehatan dan pencegahan penyakit di Puskesmas.

Lalu menjadi pembina, bagi kader dan masyarakat di wilayah kerja dan mengedukasi masyarakat, agar mampu melakukan perawatan kesehatan mandiri atau self-care dengan tepat.

dr. Johannes juga meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya. “Gali ilmu dan pengalaman dari narasumber serta fasilitator. Kompetensi yang diperoleh harus berkontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Teluk Bintuni,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan _Memorandum of Understanding_ (MoU) antara Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni dan LP2TK Sawerigading Indonesia.

Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan di lingkungan Dinkes Teluk Bintuni, khususnya di bidang pelayanan kesehatan tradisional.

Kepala Seksi Kesehatan Tradisional Dinkes Teluk Bintuni, Ida Asmorom,A.Md.KL, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan akupresur, dengan tujuan perkuat layanan Akupresur di tingkat Puskesmas.

“Fokusnya adalah kemampuan mengenali titik-titik akupresur dan memberikan stimulasi yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas Ida.

Ia berharap, ilmu yang didapat dapat segera diterapkan di Puskesmas masing-masing. Dengan demikian, pelayanan akupresur dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *