Gubernur Mandacan Salurkan Lagi Bantuan Bagi Pekerja Formal dan Informal di Raja Ampat

WAISAI, gardapapua.com — Sebanyak 32.317 pekerja Formal dan Informal di 13 kabupaten/kota se-papua barat, sejauh ini dilaporkan telah menerima bantuan langsung tunai (BLT), sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam menanggulangi dan meringankan beban para pekerja selama masa pandemic covid -19.

Hal itu kembali diwujudnyatakan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, saat menyerahkan bantuan tunai kepada pekerja Formal dan informal di Raja ampat, sabtu (22/8/2020), bertempat di aula kantor dishub raja ampat.

Bantuan dimaksud adalah stimulasi bahan pokok bagi para pengrajin /pekerja dikabupaten raja ampat, yang mana bantuan diberikan selama tiga bulan periode (April-Juni) sebesar Rp.600000 perbulan atau total Rp. 1.800.000/jiwa.

Gubernur kesempatan itu menegaskan, pihaknya melalui program Tangan Kasih ini berharap agar para pekerja formal dan informal di 13 kabupaten/Kota se-Papua Barat, dapat tetap beraktivitas dengan baik.

Adapun dalam kegiatan tersebut sesuai laporan oleh ketua DEKRANASDA Ny.Juliana Mandacan di dampingi Ketua TP PKK Raja ampat Ny.Faujiah Helga T.Umlati, menyatakan, bahwa bentuk penyaluran diberikan di kota waisai kabupaten raja ampat, adalah berjumlah 3.454 penerima.

“Jadi setiap pekerja formal dan informal di PHK di tengah pandemi covid-19 mendapatkan Bantuang langsung tunai sebesar Rp.1.800.000, kepada penerima berjumlah 3.454 orang di Raja Ampat,”Ucap Ny.Juliana Mandacan

Sementara itu, Gubernur papua barat, Drs.Dominggus Mandacan dalam penjelasanya bahwa para pekerja formal dan informal yang menerima bantuan ini, adalah bagi mereka yang terdampak karena di PHK ditengah wabah pandemi covid-19. Sehingga tugas pemerintah propinsi papua barat menyalurkan bantuan dimaksud guna membantu keluarga penerima manfaat, dan bantuan ini juga merupakan program tangan kasih selama tiga bulan para pekerja mengalami masa tanggap darurat.

Sembari berharap agar seluruh penerima bantuan dapat memanfaatkan uang dengan baik, kemudian melalui program BPJS ketenagakerjaan yaitu kecelakaan kerja, dan jaminan kematian ini merupakan syarat bagi para pekerja dapat terlindungi.

“Sehingga kedepan mendaftarkan diri secara mandiri pada program tersebut,”Ujarnya

Sementara bupati raja ampat, Abdul Faris Umlati SE, (AFU) menyampaikan bahwa ditengah pandemi covid-19 para pekerja mengalami dampak ekonomi.

Sehingga dengan adanya bantuan langsung tunai berupa sembako dan uang ini sekiranya dapat meringankan beban yang dihadapi para penerima manfaat salama covid-19.

” Dan harapannya para penerima bantuan ini benar-benar mereka yang ekonominya terganggu selama covid-19. berhak menerima. Selaku Pimpinan Bupati Raja ampat, saya juga bangga dan mengapresiasi program pemerintah propinsi papua barat terhadap warga masyarakat raja ampat, berupa bantuan langsung tunai dan sembako,”Tukas AFU. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *