DaerahGarda NusantaraGarda PapuaLingkungan dan HAMNasionalSudut Pandang

Ketua CPP Rosaline Rumaseuw Soroti Peran Perempuan Papua dalam Dialog Kebangsaan NBC 2026

TANGERANG, gardapapua.com – Ketua Umum Cendekiawan Perempuan Papua (CPP), dr. Rosaline Irene Rumaseuw,M.Kes., tampil sebagai salah satu narasumber utama dalam kegiatan Nation Building Conference (NBC) 2026 dengan tema “Kontribusi Indonesia Timur Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan yang berlangsung pada 28–29 Agustus 2026 di Gedung Dome Harvest, Lippo Karawaci, Tangerang, Banten itu menjadi ruang dialog untuk menyuarakan perspektif pemerintahan daerah dan aspirasi masyarakat Papua dalam pembangunan nasional.

Dalam sesi Talkshow Dialog Kebangsaan_ bertajuk “Indonesia yang Kita Yakini : Suara Indonesia dari Timur” yang digelar pada Sabtu (29/8/2026), dr. Rosaline Rumaseuw memaparkan, tentang pentingnya penguatan peran perempuan Papua di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi sebagai fondasi pembangunan masyarakat di tanah Papua.

“Benar, selaku Ketua Umum CPP saya mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan ini. Saya menjadi salah satu pembicara dalam acara ‘Suara dari Indonesia Timur’ yang diselenggarakan oleh Relawan Pengusaha Muda Nasional dalam rangkaian Nation Building Conference (NBC),”Ungkap dr. Rosaline Rumaseuw.

Ia menegaskan, kualitas hidup perempuan, anak, dan keluarga di Papua saat ini masih berada di bawah rata-rata nasional. Indikator pembangunan menunjukkan kelompok perempuan dan anak di Papua masih menghadapi tantangan serius dalam aspek kesehatan, pendidikan, perlindungan, hingga kesejahteraan sosial.

“Oleh karena itu, peran perempuan Papua menjadi kunci utama dalam membangun kesejahteraan dan kemajuan masyarakat. Keterlibatan aktif perempuan harus didorong agar pembangunan di Papua berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan,”Lanjutnya.

Sesi “Timur Bicara, Indonesia Mendengar” menghadirkan enam narasumber dari berbagai latar belakang untuk menyampaikan perspektif mereka. Selain dr. Rosaline Rumaseuw, turut menghadirkan, Dr. (Cand.) Billy Mambrasar, Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Pdt. Drs. Jonathan Victor Rembeth,M.Div.,M.Arts, selaku Unsur Pengarah V BNPB, Dr. Filep Wamafma, S.H.,M.Hum, Anggota DPD RI Dapil Papua Barat, Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi,M.Eng., IPM., selaku Anggota Dewan Energi Nasional RI dan Diben Elaby, S.T., selaku Wakil Ketua I DPRD Provinsi Papua Tengah.

Forum ini juga menghadirkan para tokoh nasional, pemuka agama yang menyuarakan semangat persatuan dan toleransi, generasi muda, hingga para praktisi nation builder yang aktif berkontribusi pada 8 pilar sektor dampak.

Hadir sebagai keynote speaker, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menekankan pentingnya peningkatan daya saing masyarakat dan penerapan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, hal itu diperlukan untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dalam konteks Papua, Ribka juga menyoroti pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Ia menilai pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut masih menghadapi tantangan di lapangan sehingga membutuhkan dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas pihak.

Turut hadir Staf Khusus Wakil Presiden RI Achamad Atmadja dan Pendiri RAPI, Dr. Jimmy Oentoro. Pada hari pertama, acara dibuka oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

National Building Conference (NBC) 2026 tidak hanya menjadi konferensi kepemimpinan nasional, tetapi juga menghasilkan sumbangsih pemikiran melalui penyerahan kajian rekomendasi kebijakan pembangunan bangsa.

NBC mempertemukan ribuan pemimpin lintas sektor dari pemerintahan, bisnis, seni dan industri kreatif, pendidikan, media, keluarga, kesehatan, dari seluruh provinsi di Indonesia. Tujuannya untuk saling terhubung, diperlengkapi, dan menginspirasi demi dampak nyata bagi bangsa.

“Indonesia dibangun dari keberagaman suara, pengalaman, dan perspektif dari seluruh penjuru negeri. Suara dari Timur adalah bagian penting dari cerita dan masa depan Indonesia,” demikian semangat yang diusung dalam dialog kebangsaan tersebut.

Melalui forum ini, CPP menegaskan komitmennya untuk terus mendorong partisipasi perempuan Papua dalam pembangunan bangsa. Enam perspektif, satu ruang dialog, dan satu pertanyaan besar: bagaimana suara dari Timur dapat menjadi bagian penting dalam membentuk Indonesia yang kita yakini?
[Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *