BudayaDaerahGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniHeadline newsReligi

Pesparani IV Resmi Dibuka di Bintuni, Pujian Ribuan Umat Bergema Untuk Kemuliaan Tuhan dari Tanah Sisar Matiti

TELUK BINTUNI, gardapappua.com – Gema pujian menggema di Teluk Bintuni. Pekan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik atau PESPARANI Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat resmi dibuka, pada Senin (6/7/2026).

Selama lima hari ke depan, 6-10 Juli 2026, Bintuni menjadi rumah bagi kontingen dari seluruh kabupaten/kota se-Papua Barat. Mereka datang bukan hanya untuk berlomba, tapi untuk memuliakan Tuhan lewat nyanyian.

Prosesi pembukaan berjalan penuh khidmat dan semarak yang dihadiri Forkopimda, tokoh gereja, tokoh masyarakat, hingga ribuan umat Katolik.

Suasana makin hidup dengan pemukulan tifa, tarian penyambutan, penampilan paduan suara tuan rumah, dan defile kontingen yang menampilkan ciri khas daerah masing-masing.

Mengusung tema : ‘Memuliakan Tuhan Dengan Nyanyian, Menguatkan Persaudaraan di Tanah Papua Barat’, ajang PESPARANI IV diharapkan menjadi ruang pembinaan iman, kerukunan, dan pengembangan talenta umat Katolik.

Dalam sambutannya, Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy dalam sambutannya menyambut hangat seluruh peserta yang mulai memadati Bintuni.

Ia menegaskan, bahwa PESPARANI bukan semata ajang mencari juara. Ini adalah ruang untuk menumbuhkan iman, seni, dan budaya liturgi Gereja Katolik yang hidup di tengah masyarakat Papua Barat yang majemuk.

“PESPARANI bukan hanya tentang meraih prestasi. Ini wadah mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta memuliakan Tuhan melalui pujian dan nyanyian,”Ucap Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.

“Dari Tanah Sisar Matiti Teluk Bintuni, kita ingin mengirim pesan bahwa Papua Barat adalah rumah bersama yang damai, toleran, dan penuh kasih,”Tambahnya.

Dipandang sebagai wujud moderasi umat beragama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Teluk Bintuni, Husein Alhamid, yang hadir mewakili Kemenag turut memberikan dukungan penuh.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti PESPARANI adalah bagian penting dari penguatan moderasi beragama.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan PESPARANI. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan melahirkan generasi muda Katolik yang beriman, berprestasi, dan cinta tanah air,”Katanya.

Dengan pembukaan ini, Teluk Bintuni resmi menjadi pusat perhatian umat Katolik Papua Barat selama lima hari kedepannya. Ini bukan hanya soal siapa terbaik di atas panggung, tetapi bagaimana suara-suara dari berbagai daerah bersatu dalam harmoni, menguatkan iman dan persaudaraan.

PESPARANI IV diharapkan menjadi bukti nyata bahwa di Tanah Papua Barat, perbedaan dirajut dalam satu nyanyian, yaitu gema nyanyian syukur dan damai dari umat yang hadir. [FY/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *