Hardiknas 2026, Pemkab Teluk Bintuni Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Inklusif
TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Dr. Henry Kapuangan,S.IP.,S.Pd.,M.M, menegaskan akan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Henry dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 , pada Sabtu (2/5/2026), selepas kegiatan upacara bendera peringatan Hardiknas.
Henry pun mengapresiasi kebijakan pimpinan daerah yakni Bupati Yohanis Manibuy – Wakil Bupati, Joko Lingara yang berjalan dalam payung visi ‘SERASI’, begitu konsisten menjalankan meningkatkan anggaran dan kebijakan pendidikan, serta dukungan semua pihak, kualitas pendidikan di Teluk Bintuni akan semakin maju dan merata di seluruh wilayah.
“Pendidikan adalah kunci utama pembangunan daerah. Karena itu, kami dengan serius dibawah Visi semangat Bapak Bupati dan Wakil Bupati, terus berupaya agar tidak ada anak di Teluk Bintuni yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan yang layak,”Ucap Henry Kapuangan.
Henry menjelaskan, bahwa dibawah sorotan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, dia menekankan, akan pentingnya partisipasi semua pihak, baik masyarakat, pemerintah, maupun tenaga pendidik dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Tema tahun ini menyoroti bagaimana kolaborasi seluruh elemen dapat mendorong terciptanya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata di semua wilayah,”Terangnya.
Henry mengungkapkan, bahwa fondasi pendidikan di Teluk Bintuni telah dibangun sejak lama, khususnya sejak tahun 2005 di masa kepemimpinan Bupati Alfons Manibuy, yang telah menggagas program pendidikan gratis mulai dari tingkat PAUD/TK hingga SMA/SMK melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP).
Program tersebut kemudian terus berlanjut dan diperkuat oleh pemerintahan berikutnya. Oleh sebabnya, melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2020 tentang Bantuan Operasional Pendidikan, pemerintah daerah menetapkan skema pembagian wilayah pendidikan menjadi empat kategori, yakni wilayah kota, pinggiran, terpencil, dan terisolir.
“Pembagian kategori wilayah ini menjadi dasar dalam perencanaan dan penganggaran, sehingga program pendidikan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan,”Ucap Henry.
Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Teluk Bintuni baru-baru ini telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait penetapan kategori wilayah pendidikan tersebut. Selain itu, Bupati juga menandatangani SK kenaikan anggaran Bantuan Operasional Pendidikan berdasarkan kategori wilayah.
“Ini langkah cepat dan strategis dari Bupati. Dengan adanya kenaikan BOP, khususnya di tahun ajaran baru, diharapkan kualitas pendidikan semakin meningkat,”Katanya.
Tidak hanya dari sisi kebijakan dan anggaran, capaian prestasi siswa Teluk Bintuni juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2025, siswa Teluk Bintuni berhasil meraih juara dua tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) kategori afirmasi.
Selain itu, pada tahun yang sama, pemerintah daerah kembali mengirim dua siswa untuk mengikuti OSN di tingkat nasional di Jakarta melalui sistem pendaftaran daring, bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Mengajar.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, anak-anak kita mampu bersaing di tingkat nasional,”Tukasnya. [Ian/Red]
