Refleksi Hardiknas 2026 : CPP Ingatkan Perhatian Pemerintah terhadap Dunia Pendidikan Perempuan Papua
JAKARTA, gardapapua.com — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya, menjadi moment untuk merefleksikan diri, sejauh mana kebijakan dan perhatian terhadap dunia pendidikan telah dilaksanakan, apa yang telah diperoleh dan kendala apa yang dialami oleh perempuan dan anak dalam memperoleh pendidikan yang layak.
Ketua Umum Cendekiawan Perempuan Papua (CPP) dr. Rosaline Irene Rumaseuw,M.Kes, menyatakan, bahwa Pendidikan bagaikan gerbang menuju masa depan yang cerah.
Sebagai seorang dokter dan aktivis perempuan di panggung nasional, dr. Rosaline Rumaseuw menilai bahwa pendidikan dan kesehatan merupakan sarana menciptakan kemandirian ekonomi perempuan Papua.

Oleh sebab itu, Rosaline menyerukan pentingnya peran perempuan dalam membangun masa depan pendidikan yang adil dan inklusif di tanah Papua.
“Pendidikan bagi perempuan Papua adalah fondasi untuk berintegritas, peduli sesama, mampu bekerja sama, dan inovatif. Pendidikan bukan cuma ijazah, tapi bekal untuk mengubah nasib keluarga, kampung, dan Tanah Papua,”Ucap dr. Rosaline Irene Rumaseuw,M.Kes, pada Jumat (1/5/2026).
Perempuan Papua, Kata Rosaline, harus menjadi bagian istimewa dalam pendidikan nasional. Oleh sebabnya, kesetaraan perempuan dalam mendapatkan pendidikan merupakan aspek penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi suatu negara. Ada beberapa upaya yang sebaiknya dilakukan untuk meningkatkan kesetaraan perempuan dalam pendidikan, meskipun masih ada tantangan yang perlu diatasi.
Aksesabilitas, yaitu upaya dilakukan untuk meningkatkan akses perempuan terhadap pendidikan dengan membangun lebih banyak sekolah di daerah-daerah terpencil dan wilayah kampung.
“Jadi penting, pemerintah mulai dari tingkat pusat dan daerah harus memaksimalkan program beasiswa dan bantuan pendidikan juga diberikan kepada perempuan yang kurang mampu agar mereka dapat mengakses pendidikan formal dengan lebih mudah,”Ucap Rosaline.
Senada, Bertha Yuliana Ibo, selaku Ketua Cendekiawan Perempuan Papua (CPP) Provinsi Papua Tengah, menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama membangun daerah, khususnya di Tanah Papua.
Oleh karena itu, ia mengajak para intelektual perempuan papua lainnya, agar bersama – sama menjadi garda terdepan memastikan akses dan kualitas pendidikan dapat merata hingga ke kampung-kampung.
Sebagaimana semangat Cedekiawan Perempuan Papua (CPP) yang dalam harapannya terus mendorong insrumen pendidikan dapat sebagai jalan untuk memanusiakan manusia Papua, dapat juga terwujudnyatakan melalui empat asas CPP yaitu integritas, kepedulian, kerja sama, dan inovatif bagi perempuan Papua, dapat menjadi instrumen keadilan sosial.
“Kepada pemerintah, jadikan kebijakan pendidikan sebagai instrumen keadilan sosial, dan mendorong perempuan Papua bisa bersaing dan berkontribusi bagi pengembangan SDM di wilayah tanah papua,”Jelasnya.
Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan Hardiknas 2026 sebagai awal dari konsolidasi besar pendidikan Papua: yang adil, bermartabat, dan berakar pada nilai-nilai lokal. [TIM/RED]
