Ini Klarifikasi Pemprov PB dan Panitia Terkait Sambutan Gubernur Yang ‘Dipelintir’ Dalam Muskomda PK

Simak Tautan Dibawah Ini Sebelumnya :

 

MANOKWARI, gardapapua.com —- Menindaklanjuti dugaan penggunaan kalimat / bahasa yang diduga ‘dipelintir’ dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, saat dibacakan oleh staf ahli Gubernur Papua Barat bidang kemasyarakatan dan SDM, Drs M.A Tawakal, dalam pembukaan kegiatan Pelaksanaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda), terkait ada sentilan bahasa yang diucapkan  ‘Keliatan Ada Titipan Khusus Ini’, ditujukan secara terang – terangan membawa nama Sosok Gubernur Papua Barat, yang Diduga untuk mengamankan salah satu kandidat tertentu, ditepis dan diklarifikasi baik oleh Panitia Pelaksanaan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) Pemuda Katolik, dan juga Pemerintah Papua Barat, melalui pihak Biro Administrasi Pimpinan, Sekretariat Daerah (SETDA) Papua Barat, saat diwawancarai gardapapua.com, pada Minggu (20/2/2022).

Hal ini tak lain, agar kegiatan yang telah berlangsung di Hotel Grand Papua, Kabupaten Fakfak pada 17-19 Februari 2022 ini, tidak dinilai adanya dugaan muatan unsur Politisasi didalam wadah organisasi Pemuda yang berdiri dibawah hirarki Gereja Katolik tersebut, sebagaimana harapan yang diutarakan oleh perwakilan Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab), yang disampaikan langsung oleh Ketua Pemuda Katolik Komcab Kaimana, Petrus Jimmy Rumlus S.ST, dalam wawancaranya.

Kasubag Komunikasi Pimpinan Pada Biro Administrasi Pimpinan SETDA Papua Barat, Robert Kondjol, SE.MM, menyampaikan bahwa pemerintah dalam hal ini, Bapak Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, sangat mendukung pelaksanaan kegiatan Muskomda Pemuda Katolik Periode 2022 – 2025, tersebut sebagaimana telah dilaksanakan, dan menetapkan hasil Muskomda tersebut.

Selain itu, menyangkut dengan Sambutan Tertulis yang dibacakan oleh staf ahli Gubernur Papua Barat bidang kemasyarakatan dan SDM, Drs M.A Tawakal, adalah bukan isi sambutan yang dibuat oleh pihak Bagian Komunikasi pada Biro Administrasi Pimpinan SETDA Papua Barat sebagaimana mestinya.

“Kami sudah klarifikasi dan juga mengecek Panitia Penyelenggara Muskomda karena sambutan tertulis gubernur itu sesuai laporan dibuat oleh mereka panitia. Namun kita masih memastikan kembali. Jadi pada intinya itu bukan sambutan yang dikeluarkan oleh kami Biro Administrasi Pimpinan. Sehingga kemudian ada sebuah misskomunikasi terjadi pada saat dibacakan,” Ungkap Robert Kondjol.

Robert lalu menegaskan, bahwasannya Pemerintah hadir adalah dalam konteks merangkul semua pihak dan bukan memberikan dukungan kepada salah satu calon tertentu.

“Saya tegaskan bahwa pemerintah dalam hal ini Bpk. gubernur tidak memberikan dukungan kepada salah satu kandidat, dan kehadiran perwakilan pemerintah itu Netral,” Ucap Robert Kondjol

” Sekali lagi kami tegaskan, bahwa kami juga menyayangkan adanya hal tersebut. Kami sayangkan ada bahasa yang dibuat untuk mendukung salah satu kandidat tertentu. inikan tidak boleh nanti dikira Pemerintah Provinsi mendukung, nah hal ini yg perlu diklarifikasi sehingga publik ketahui bahwa pemerintah provinsi papua barat dalam hal ini Bapak Gubernur Netral dan TIDAK INTERVENSI mendukung salah satu kandidat dalam Muskomda Pemuda Katolik tersebut di Fakfak,”Tambah Robert Kondjol meyakinkan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Muskomda Pemuda Katolik, Mario Fransisco, saat dikonfirmasi menegaskan bahwasannya atas nama Panitia dirinya menyampaikan permohonan Maaf, yang mana atas ketidaktahuannya sebuah narasi yang dibaca oleh staf ahli bidang kemasyarakatan dan SDM, Drs. M.A Tawakal bisa lolos dan kemudian menimbulkan sebuah polemik ditengah kalangan pemuda katolik atau peserta yang hadir, dan bahkan merugikan nama besar Gubernur Papua Barat. Karena sesungguhnya, tidak ada bermaksud mencederai tugas dari tim Humas Protokol, atau juga Biro Pimpinan Administrasi Setda di Papua Barat.

“Untuk klarifikasi saya kepihak media gardapapua.com, bahwa apa yang dikatakan terkait sambutan yang dibaca bapak Tawakal itu bukan berasal dari kami Panitia, saya selaku ketua Panitia menjamin itu. Kalau ada oknum yang mengaku atau mengatasnamakan ‘Panitia’, saya selaku Ketua Panitia tidak tahu menahu soal itu,”Ujar Ketua Panitia Pelaksana Muskomda Pemuda Katolik, Mario Fransisco.

“Jadi saya benar – benar tidak tahu sampai bisa dikeluarkan bahasa atau kalimat seperti itu saya benar – benar tidak tahu. Dan saya kira bukan saya saja namun Tim panitia lain juga bingung. Sementara terkait isi muatan pemberitaan dibeberapa media lainnya yang memuat 10 poin pernyataan mengatasnamakan utusan DPP juga, tidak memberikan ruang klarifikasi dari kami Panitia. Dimana pada salah satu poin tertentu menyebutkan beberapa orang sedang dipengaruhi Miras, kami dari Panitia sekali lagi memastikan bahwa itu tidak benar,” Tegasnya menambahkan. [Tim/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *