Isack Yable Dorong Pemkab Sorong, Siapkan Alat PCR/Swab Test

MANOKWARI, gardapapua.com — Salah satu unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), kabupaten sorong, Fraksi PDI-P, Isack. F. A. Yable, S.Hut mengatakan, bahwa dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Sorong, Pemerintah Daerah (Pemda) diminta menunjukkan dukungan nyata dengan memaksimalkan operasional anggaran penanganan covid19 terhadap gerak cepat deteksi pasien yang diduga terdampak positif.

Khususnya di bidang penanganan pasien, langkah maju tersebut, perlu ditunjang pemerintah daerah dengan mengadakan alat pemeriksaan yang lebih akurat dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk melakukan pemeriksaan Coronavirus atau Covid-19.

Ini perlu disikapi serius terkait Pencegahan dan penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Sorong, Papua Barat melalui Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 akan lebih cepat mendeteksi pasien COVID-19.

Advertorial Ucapan Ramadhan 1441 Hijriah

Penegasan tersebut disampaikan Isack. F. A. Yable, S.Hut, Rabu (29/4/2020), pasca dirinya telah langsung melihat Rancangan Anggaran Biaya (RAB) jika alat deteksi virus Corona tersebut bisa disiapkan oleh Pemkab Sorong dalam menunjang tugas reaksi cepat Tim Gugus Tugas penanganan covid19.

Pentingnya alat PCR dalam percepatan penanganan COVID-19, karena jika menyimak jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) ini, karena meski sudah dikategorikan terjangkit virus corona, tapi karena memiliki daya tahan tubuh yang kuat akhirnya kadang sulit kalau mau dikarantinakan sesuai protap jika hasil Swab belum keluar dari Lab.

” Kita harus sadar bahwa covid19 ini adalah paandemic virus yang tidak bisa ditebak dia akan mengenai siapa dan sasarannya apa, karena tidak pandang bulu. Mau pejabat ataupun bukan pejabat siapaun bisa kena,”Ujar Isack. F. A. Yable, S.Hut.

Selain itu, Rapid Test yang banyak sekarang digunakan ini tidak bisa langsung disimpulkan hasil positifnya, apalagi kepada mereka dengan kategori OTG karena merka ini tanpa gejala sakit seperti batuk, atau pileg, dan demam itu, kadang suhu badannya juga bisa normal, padahal ada virus didalamnya cuma karena tertolong punya daya tahan tubuh, atau imun tubuh yang kuat. Maka cara PCR/Swab testlah yang bisa memastikan itu.

Karena melalui langkah penerapan PCR, diharapkan protokol pemeriksaan kesehatan deteksi dini bisa langsung dilaksanakan oleh Pemerintah daerah, tentu melalui aturan protokol kesehatan oleh tim gugus tugas tingkat kabupaten dapat diterapkan merata kepada masyarakat tanpa terkecuali.

” Jadi PCR ini lewat pernapasan seseorang saja 20 – 30 menit alat ini sudah bisa membaca hasil itu yang bersangkutan benar – benar positif atau tidak. Jadi kita tidak perlu mengirim sample darah lagi ke jakarta atau makassar sana, karena bayangkan orang yang sudah positif tapi masih kategori OTG ini bisa saja sebelum hasilnya keluar dia sudah lebih banyak lalu lalang di tengah masyarakat, dan apakah dia tidak menyebarkan virus?? Khan kita tidak tahu, sehingga ini bentuk pencegahan dini jika pemda bisa siapkan alat PCR ini,”Jelasnya

Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga ini kian meningkat, sehingga mari kita melihat hal ini sebagai bagian yang dibutuhkan, untuk memutus cepat mata rantai penyebaran virus corona (covid-19) ini.

” Harga alat PCR ini harganya sekitar Rp. 900 jutaan – Rp. 1,3 Miliar. Dengan APBD atau melalui anggaran COVID19 ini, alat ini bisa dibeli harusnya untuk melengkapi kinerja para tim gugus tugas covid19 khususnya di kabupaten sorong,”Tandasnya. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *