Plh. Bupati Manokwari Hadiri Tumbang Ciping Pertama Kebun Kelapa Sawit Rakyat

MANOKWARI, gardapapua.com — Wakil Bupati, yang juga selaku Plh. Bupati Manokwari Edi Budoyo, menghadiri acara tumbang ciping pertama peremajaan kebun Kelapa Sawit Rakyat (PSR), Wilayah Wapramasi, di distrik Warmare, Manokwari.

Turut hadir, Kepala kampung serta anggota koperasi perkebunan kelapa sawit (KPKS) yakni Pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Propinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, serta seluruh petani yang tergabung dalam koperasi sawit arfak sejahtera, Forkopimda Distrik Wapramasi serta seluruh kepala kampung, dan didampingi instansi terkait yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, bertempat di kampung indisey, distrik warmare, kabupaten Manokwari, Kamis (30/4/2020).

“Kegiatan ini bisa terlaksana karena adanya sinergitas antara pemerintah baik dari pusat, propinsi papua barat dan kabupaten manokwari dengan badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit,”Ujar Wabup Edi Budoyo, dalam sambutannya.

Wabup edi, kesempatan itu mengatakan, hal ini dilakukan adalah juga dukungan dari para tokoh masyarakat sehingga patut diapresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang sudah terlibat.

” Saya sampaikan kepada semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam peremajaan sawit rakyat di kabupaten manokwari agar tetap satu hati, satu pemikiran dan satukan tekad untuk mensukseskan kegiatan peremajaan sawit rakyat ini. Sebab kebersamaan dan perasaan senasib seperjuangan akan membagkitkan kembali masa kejayaan sawit di kabupaten Manokwari,”Pesan Wabup

Edi Budoyo, saat memberikan sambutan

Kesempatan itu, Wabup lalu mengingatkan beberapa hal kepada pelaksana kegiatam yaitu Koperasi Sawit Arfak Sejahtera agar memperhatikan hal – hal seperti, dalam hal tata kelola dana yang dipercayakan kepada saudara secara bijaksana dan transparan untuk kesuksesan kegiatan peremajaan kelapa sawit ini.

Juga, libatkan para petani yang termasuk dalam gapoktan maupun poktan mulai dari perencanaan pelaksanaan dan pengawasan kegiatan, serta utamakan keselamatan dan keamanan kerja.

Selain itu, Wabup juga mengingatkan agar langkah proaktif untuk melakukan dan memfasilitasi kemitraan usaha antara koperasi sawit arfak sejahtera dengan perusahaan swasta PT. The Capitol Group yang mempunyai pabrik kelapa sawit untuk membeli yandan buah segar (TBS) petani, atau langkah – langkah lain yang menjamin terjualnya TBS petani.

Sembari menambahkan, bahwa kegiatan peremajaan kelapa sawit rakyat ini merupakan bagian untuk menjaga komoditas sawit sebagai komoditas strategis nasional agar tetap berkelanjutan.

” Saya berharap agar semua menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan sehingga kegiatan peremajaan sawit rakyat,”Tandasnya.

Sekedar diketahui, bahwa dalam 344 hektar tahap pertama yang sudah diverifikasi dari usulan pertama 3500 hektar kepada kementerian, setidaknya memerlukan modal awal ini sekitar Rp. 8,3 Miliar. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *