Festival Pesona Misool 2019 Resmi di buka Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati

MISOOL, gardapapua.com — Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE, (AFU), sabtu (23/11/19) sekira pukul 10.30 wit, bertempat di misool, kabupaten raja ampat, propinsi Papua barat membuka dengan resmi kegiatan festival pesona Misool.

Pembukaan ini dengan di tandai Pemukulan Tifa, dan kegiatan yang dihadiri oleh forkompinda kabupaten Raja ampat, TNI, Polri, mengangkat Thema “Amazing Misool in Harmoni”.

Bupati Raja ampat Abdul Faris Umlati SE, dalam sambutannya mengatakan, bahwa masyarakat misool tentunya harus bangga karena festival ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan di misool.

Hal ini dengan tujuan untuk membagun pariwisata dan potensi kearifan lokal yang tersebar di seluruh kepulauan misool.

Secara potensi, menurut Bupati AFU, bahwa misool memiliki potensi sumberdaya yang kaya khususnya pariwisata. potensi tersebut diakui, memiliki pesona keindahan, keunikan dan kekhasan dibanding daerah lainnya, baik secara kuantitas maupun kualitas, spot wisata di kepulauan misool memiliki keunggulan dan nilai sejarah yang sangat penting menawarkan banyak pilihan spot wisata.

baik pada alam sejarah dan budayanya, serta potensi daratan dengan ekosistem hutan, air dan sungai yang menjadi bagian siklus harmoni pantai karang laut dan perairan laut.

” Karena itu melalui pergelaran festival pesona misool yang memiliki dimensi dan bagi kehidupan berkesenian dan budaya, diharapkan berdampak luas mengkampanyekan keberlangsungan lingkungan dan juga industri pariwisata di misool raja ampat. Selain festival kami pemerintah daerah akan terus berupaya membagun sarana, prasarana infrastruktur pendukung serta penguatan sumberdaya masyarakatnya bagi konservasi,”Ungkap Bupati AFU.

Sembari berharap agar masyarakat misool mendukung upaya pembangunan pariwisata menjaga potensi sumberdaya alam,menjaga kebersihan laut pantai menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan.

“Selain itu terus berupaya mengembangkan usaha kreatif seperti kuliner, kerajinan, melestarikan seni tari, seni musik dan kearifan lokal lainnya,”Tukasnya. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *