Wabup R4 Manuel P Urbinas, Terima Aspirasi Sejumlah ASN K2 dan Formasi Umum

WAISAI,gardapapua.com — Wakil bupati, Kabupaten Raja ampat, Manuel Piter Urbinas,S.Pi.,M.Si, rabu, (23/10/19), siang, bertempat di kediamanya, menyambut baik kedatangan Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni tenaga K2 dan Umum, menyampaikan tuntutan hak gaji mereka yang diklaim belum terbayarkan, sejak 1 mei 2015, lalu.

R.G.Panabotan mewakili K2 Pemda Raja ampat, dikesempatan itu mengatakan, bahwa kedatangan puluhan (K2) dan umum di rumah dinas wakil bupati raja ampat, adalah untuk mewakili K2 dan umum yang tersebar di wilayah kerja masing-masing di kabupaten raja ampat.

” Kami pegawai K2 dan formasi umum, menanyakan kekurangan hak selama menjadi pegawai negeri sipil, dan pendapatan yang diperoleh hanya mencapai 80% yang diterima,”Ungkap, R G.Panabotan.

Lanjut, R G.Panabotan, mengungkapkan, bahwa meski SK PN sudah di terima oleh mereka, tetapi terkait hak-hak sepenuhnya belum di terima. Oleh karena itu, kedatangan mereka di rumah dinas wakil bupati adalah mempertanyakan nasib yang dihadapi ratusan ASN K2 dan Umum.

Sambung dia, bahwa SK CPNS di terima 1 Mei 2015. tetapi mereka hanya baru menerima Gaji CP Untuk K2 1 Februari 2016. sedangkan SK PNS keluar 1 Mei 2016, nanti Januari 2019 baru baru mereka menerima Gaji PN.

“Jadi kurang lebih 80%nya,yaitu 9 Bulan, sedangkan 20 %nya 34 bulan, maka ditotalkan satu orang ASN menerima uang sebanyak 300ribu, per bulan dikalikan sekitar 500 lebih orang dari K2 dan umum di kabupaten Raja ampat,”Bebernya.

Dimana K2 dan umum disebut itu juga memiliki pendidikan yang berbeda-beda. Yakni ada yang pada tingkatan SMP, SMA dan Sarjana. maka otomatis pada jumlah pendapatan gaji juga beda.

” Salah satu contoh, saya pribadi dari K2 Pendidikan Sebatas SMA 80% ditotalkan (1,718 Ribu), perbulan uang yang diterima,”Terangnya

Menanggapi keluhan puluhan ASN K2 dan Formasi umum tersebut, Manuel piter urbinas S.Pi.,M.Si, selaku Wakil bupati Raja ampat menerangkan bahwa kedatangan mereka ini bukan berdemo, namun hanya menyampaikan aspirasi dari polemik yang dirasakan.

“Penyampaian aspirasi ini tidak salah karena posisinya berada di rumah dinas, bukan rumah pribadi. Dan perlu di ketahui juga bahwa sebelumnya ada perwakilan dari kelompok ini sudah ketemu saya di kediaman karena hari ini, saya tidk masuk kantor, apalagi ini rumah dinas, asal jangan saya terima di rumah pribadi,”Ungkap Manuel Urbinas.

Manuel juga mengungkapkan, dengan melihat dari kronologis yang di sampaikan itu wajar dibayarkan karena merupakan hak yang seharusnya di realisasikan.

” Saya sebagai pimpinan daerah wakil bupati saya menyampaikan kepada mereka bahwa, lenyampaian aspirasi seperti ini wajar dan intinya jangan anarkis,”Imbuhnya

Lanjut, Manuel P Urbinas bahwa permasalahan hingga mengakibatkan gaji pegawai yakni k2 dan umum tersebut tidak di bayar itu nanti di jawab oleh Kepala BPKAD, dan Sekda salaku ketua tim anggaran.

“Secara pribadi kedinasan wakil bupati permasalahan yang di hadapi oleh mereka itu juga ada di staf saya dan sampai saat ini TPP belum dibayarkan,”Cecar Wabup

Namun menurutnya, sudah menyampaikan permasalahan ini kepada sekda dan kepala BPKAD, agar di bayar. dan sampai bulan kemarin hanya di bayarkan pada bulan Agustus. Sedangkan bulan lain tidak dibayarkan. Wabup pun mengakui bahwa belum mengetahui, apakah mungkin ada aturan baru, sehingga keuangan berupa hak itu tidak dibayarkan.

Sembari menambahkan, bahwa, masalah keuangan di Kabupaten Raja ampat sebenarnya adalah sebuah masalah besar yang disembunyikan dan diabaikan. Namun pastinya, suatu saat akan terungkap nantinya.

Oleh karena itu, dalam hal menindaklanjuti permasalahan ini, Wabup berjanji, akan segera bertemu dengan kemendagri guna menyampaiakn aspirasi yang di sampaikan dari ASN tenaga K2 dan umum di Raja ampat.

” Saya akan menyampaikan hal ini kepada mendagri melalui sekretaris
dirjen otda, dan pastikan aspirasi ini akan di baca oleh presiden, “Tutup, Manuel P Urbinas. [RED/DM]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *