Gubernur PB Dominggus Mandacan, Ajak Umat Katolik Jadi Cermin Kedamaian

MANOKWARI,gardapapua.com — Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, mengatakan, bahwa Indonesia adalah rumah seluruh lapisan masyarakat.

Dengan demikian, tentunya harus dijaga, demi keutuhan dan kedamaian ketenteraman dalam aneka keanekaragaman bermasyarakat, yang tentu melahirkan dan semakin mengikrarkan tali persaudaraan, persatuan dan kesatuan, antara semua suku, ras, adat dan budaya, etnis dan sebagainya. Sehingga seluruh lapisan masyarakat sepatutnya menjadi cermin kedamaian bagi semua orang, secara luas di Tanah Papua.

” Kita harus jadi cermin kedamaian bagi semua yang datang di Manokwari, secara luas di tanah Papua ini,”Ucap Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Rabu (23/10/2019), saat membuka kegiatan akbar Pesparani I Katolik tingkat Papua Barat, di Manokwari.

Ajang pesparani katolik ini, menurut Gubernur bahwa, merupakan suatu sejarah baru perjalanan umat katolik di Papua Barat.

” Saya berharap bahwa lewat moment pesparawi katolik ini umat khatolik di Papua Barat dapat makin memperkokoh kesatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di Papua Barat,”Harap Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan

Lanjut dia, bahwa tentu telah sejalan dengan visi dan misi pemerintah papua barat yang aman, sejahtera dan bermartabat.
Sehingga, melalui moment pesparawi khatolik ini yang telah diselenggarakan di Manokwari selaku tuan rumah, dan begitu identik dengan istilah ‘Kota Injil’, maka sangat diharapkan agar seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga marwah masuknya penginjilan di Mansinam sejak 5 februari 1855, melalui doa sulung dua orang penginjil asal jerman, Otto dan Geisler.

” Tanah ini sudah diberkati, semua yang ada diatas tanah ini termasuk saya dan kita semua sudah diberkati, dengan demikian dengan berkat dari TUHAN ini biarlah berkat ini juga kita bagi bagi banyak orang. Untuk itu mari saya ajak kita semua maka sikap tingkah laku perbuatan kita harus mencerminkan Manokwari kota injil atau tanah yang sudah terberkati, dan tanah peradaban bagi orang papua,”Imbuhnya

” Saya ajak kita semua untuk berdoa bagi indonesia. Berdoa bagi tanah papua, berdoa bagi papua barat, berdoa untuk Manokwari dan seluruh kabupaten/kota di papua barat, karena indonesia adalah rumah kita bersama,”Terangnya menambahkan

Sekedar diketahui, bahwa pelaksanaan Pesta Padua Suara Gerejani (Pesparani)Katolik I Papua Barat ini, diselengggarakan sejak 23 – 26 Oktober 2019, sejak pembukaannya difokuskan pelaksanaan 13 mata lomba bertempat di gedung Aula Unipa, Manokwari. [*/RED]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *