BNNP PB Bentuk “Sobat Cegah“ Jadi Agen Perubahan, Narkoba NO!!

MANOKWARI, gardapapua.com — Relawan Anti Narkoba (#sobat cegah), didorong dapat menjadi agen perubahan (Agent Of Change) yang mampu mengakomodasi pelaksanaan tugas – tugas pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di papua barat.

Demikian hal itu diingatkan, Kepala BNN Papua barat, Brigjen Pol Setija Junianta, memberikan materi asistensi penguatan wawasan anti narkoba bagi para calon relawan anti narkoba, bertempat disalah satu hotel di kota manokwari, selasa (30/7/2019).

Program Asistensi penguatan pembentukan relawan anti narkoba ini, adalah program prioritas nasional tahun anggaran 2019 pada jajaran BNNP Papua Barat.

Brigjen Pol Setija Junianta menyatakan komitmennya, bahwa Papua barat khususnya di Kota Manokwari, harus bersih dari narkoba dan para calon anggota relawan ini, sebisanya dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat untuk menggelorakan semangat memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Tentunya, melalui para anggota relawan anti narkoba ini juga, dapat membantu menjalankan tugas dan kinerja BNNP Papua Barat dalam menyebarluaskan Informasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), ditengah masyarakat dan lingkungannya. Relawan tersebut diharapkan dapat mensosialisasikan ke tengah masyarakat bahaya Narkoba bagi keberlangsungan bangsa dan negara, sehingga komitmen mengatakan Tidak dsn Melawan Narkoba, terus digelorakan.

” Diantara para pelamar, kalianlah para anggota yang terpilih, dan diharapkan dapat berkolaborasi dengan BNNP PB,”Ucap Brigjen Pol Setija Junianta, mengawali arahan sambutannya.

Diketahui, bahwa jumlah relawan yang dikukuhkan ini berjumlah 25 orang terdiiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para jurnalis dan mitra swasta lainnya yang dianggap memiliki kepedulian tinggi, terhadap bahaya peredaran gelap Narkoba, khususnya di Manokwari.

“Melalui kegiatan asistensi penguatan pembentukan relawan anti narkoba ini diharapkan dapat membangun, meningkatkan, pengetahuan dan pemahaman serta kesadaran terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,”Kata Kepala BNNP Papua Barat, Brigjen Pol Setija Junianta

“Yang tidak kalah pentingnya saudara – saudara mampu mempelopori dan berperan aktif dengan penuh kesungguhan dalam melakukan upaya pencegahan peredaran gelap narkoba di indonesia melalui wilayah kerja masing – masing,”Pesannya mengingatkan.

Dikesempatan itu, para Relawan anti narkoba terpilih ini, turut dibekali beberapa pemahaman informasi sebagai bagian strategi operasional penanganan permasalahan narkoba dilapangan. Beberapa diantaranya, terkait strategi P4GN melalui Demand Reduction, dan Supply Reduction. Contohnya, para anggota relawan mampu membangun kemampuan dan ketahanan diri masyarakat dari pengaruh buruk narkoba, serta turut berkolaborasi mengungkap dan menindak sindikat jaringan narkotika. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *