DaerahGarda FakfakGarda Papua BaratHeadline newsUncategorized

Hidup dalam Kasih & Pelayanan, Uskup Hilarion Datus Lega Kukuhkan Dewan Paroki Santo Yosep Fakfak Periode 2026 – 2029

FAKFAK, gardapapua.com — Pelantikan Dewan Paroki periode 2026–2029 dan penerimaan Sakramen Krisma di Paroki Santo Yosep Fakfak berlangsung khidmat dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Hilarion Datus Lega, pada Rabu (27/5/2026). Misa yang dimulai pukul 17.00 WIT itu berlangsung penuh sukacita dan kekhusyukan bersama umat Katolik Paroki Santo Yosep Fakfak.

Perayaan misa konselebrasi dipimpin langsung oleh Uskup bersama para imam konselebran, yakni Pastor Isak Bame, Pr., Pastor Alex Fabianus, Pr., Pastor Henrikus Elrico Ansow, Pr., dan Pastor Theo.

Dalam perayaan tersebut, sebanyak 187 umat menerima Sakramen Krisma sebagai tanda penguatan iman dan kedewasaan rohani dalam Gereja Katolik. Suasana gereja dipenuhi umat, keluarga penerima krisma, serta para pengurus dan anggota Dewan Paroki yang hadir mengikuti seluruh rangkaian perayaan dengan tertib dan penuh penghayatan.

Pelantikan Dewan Paroki Santo Yosep Fakfak menjadi momentum penting bagi perjalanan pastoral Gereja untuk masa bakti 2026–2029. Para anggota dewan yang dilantik diharapkan mampu menjalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab, semangat persaudaraan, serta kesetiaan dalam mendukung karya Gereja di tengah umat.

Dalam homilinya, Uskup Mgr. Hilarion Datus Lega mengajak umat, khususnya para penerima Sakramen Krisma dan pengurus dewan yang baru dilantik, untuk terus bertumbuh dalam iman serta menjaga persatuan di tengah kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Uskup menegaskan bahwa setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menampakkan diri kepada banyak orang sebagai tanda bahwa Allah tidak meninggalkan umat-Nya. Ia mengisahkan penampakan Yesus kepada Maria Magdalena di kubur kosong, kepada dua murid di Emaus, hingga kepada para murid di Danau Galilea.

“Semua penampakan itu menegaskan satu hal penting: Tuhan tidak ingin meninggalkan manusia, ciptaan-Nya yang mulia, yang telah ditebus dengan darah-Nya dan dibebaskan bukan hanya dari dosa, tetapi juga dari maut,” kata Uskup dalam homilinya.

Ia menjelaskan, kebangkitan Kristus menjadi dasar harapan bagi orang beriman bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan jalan untuk kembali kepada Tuhan. Karena itu, umat diminta untuk tetap hidup dalam pengharapan dan tidak kehilangan iman di tengah berbagai persoalan kehidupan.

Menjelang kenaikan-Nya ke surga dan peristiwa Pentakosta, lanjut Uskup, Yesus memberikan amanat kepada para murid agar tetap bersatu dan hidup dalam kasih. Kehadiran Roh Kudus disebut sebagai sumber kekuatan yang menolong umat untuk terus bertahan dalam iman dan melakukan kebaikan.

“Roh Kudus adalah Roh yang memberi semangat hidup — hidup yang tidak akan mati. Roh Kudus memberi kekuatan kepada manusia untuk terus hidup dalam kebaikan,” ujarnya.

Uskup juga mengingatkan bahwa kehidupan beriman tidak cukup hanya diwujudkan melalui kehadiran di gereja atau doa bersama, tetapi harus nyata dalam sikap kasih, persaudaraan, dan pelayanan kepada sesama.

Kepada para pengurus Dewan Paroki yang baru dilantik, Uskup menegaskan bahwa jabatan dalam Gereja adalah panggilan untuk melayani.

“Sesuai Injil, siapa yang mau menjadi besar harus menjadi pelayan. Jangan hanya pandai berjanji, tetapi harus sungguh melayani umat dan bekerja dengan hati,” tegasnya.

Perayaan ditutup dalam suasana penuh syukur dan sukacita. Momentum pelantikan Dewan Paroki dan penerimaan Sakramen Krisma ini menjadi tanda harapan baru bagi kehidupan menggereja di Paroki Santo Yosep Fakfak, sekaligus memperkuat semangat umat untuk terus berjalan bersama dalam iman, persaudaraan, dan pelayanan. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *