Terkait Realitas Penggunaan Dana Kampung, Bupati Sorsel Minta Inspektorat ‘Turun Lapangan’

TEMINABUAN, gardapapua.com —- Terkait akan nyatanya sebuah manfaat kepembangunan dari penggunaan pengelolaan Dana Kampung bisa bermanfaat dan tepat sasaran, Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,MTr, mulai minta pihak Inspektorat agar segera melaksanakan tinjauan kelapangan berdasarkan laporan para warga untuk segera memeriksa para Kepala Kampung terkait penggunaan dan pengelolaan Anggaran Dana Kampung tersebut.

Demikian pernyataan ini disampaikanya saat melakukan dialog dan mendengarkan aspirasi kepala kampung Nagna dan sejumlah warga kampung Nagna Distrik Konda diruang rapat kantor Bupati Sorong Selatan, pada 27 September 2021.

Dalam arahanya Bupati meminta agar 121 Kepala kampung di Sorong Selatan (Sorsel,red) dapat mempergunakan Dana BLT, Dana Prospek maupun Dana
Pemerintah lainnya sesuai peruntukanya.

“Jika terjadi penyelewengan pengelolaan dana kampung dan pihaknya mendapat laporan resmi dari warga, selaku Bupati saya akan segera mengambil langkah langkah dan meminta Inspektorat untuk segera melakukan pemeriksaan tujuan tertentu,”Tegas Bupati

Sementara terkait keterlambatan Dana BLT yang belum tersalurkan secara khusus bagi warga Kampung Nagna hal ini dikarenakan pihaknya akan mendalami laporan masyarakat atas laporan masyarakat terkait pengelolahan Dana, serta Prospek sehingga tentunya sedikit mengalami keterlambatan namun Dana BLT akan segera dicairkan.

“ Kenapa saya harus pending Dana BLT bagi kampung Nagna karena ada laporan masyarakat bahwa dana Prospek tidak dikelola dengan baik. sehingga harus ditindaklanjuti. Agaraporan ini sudah diberikan sejak Januari lalu, dan bulan lalu warga kembali menyampaikan laporan
ini.dan satu dua hari kedepan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan
tertentu oleh Inspektorat,”Ujar Bupati

Terkait dana prospek menurut petunjuk Gubernur harus digunakan untuk
Padat Karya seperti membuka lahan pertanian, perkebunan jagung, keladi, kacang, maupun membuat Kolam Ikan, untuk mendukung Ketahanan Pangan Warga.

“Jika nantinya setelah diperiksa tidak ditemukan masalah berarti semuanya akan berjalan normal kembali namun jika setelah diperiksa dan ditemukan permasalahan seperti laporan warga maka sejumlah kepala kampung yang menyalahi aturan akan di evaluasi kembali. Bagi kepala kampung yang bermasalah akan diganti dengan karateker pegawai negeri
yang ada ditingkat Kecamatan,”Tandasnya

Demikian juga bagi sejumlah kampung lainya yang ada laporan masyarakat akan diberlakukan sama.

“Saya harapkan agar aparat kampung dan warga dapat menghargai bantuan dana yang diberikan pemerintah agar dikelolah untuk kepentingan demi kesejahteraan seluruh masyarakat kampung,”Harap Bupati

Saat ini Badan Pemeriksa Keuangan telah mulai melakukan pemeriksaan dana kampung dan telah dilakukan pemeriksaan pendahuluan atau pemeriksaan interim di Sorong Selatan.

Tujuannya untuk melihat penyaluran dana ini apakah sudah sesuai atau tidak sejak ditranfer dari Jakarta hingga Sorong Selatan dan nanti pada Bulan Oktober mendatang akan dilakukan pemeriksaan yang lebih terinci.

“Jika dalam bentuk kegitan akan dilihat letak serta tempat dan fisiknya seperti apa dan jika tidak ada tentu akan menjadi masalah,”Terangnya

Bupati sorsel lalu bertekad, bahwa pemerintah akan terus membangun negeri ini dengan anggaran yang ada dan tentunya juga harus melakukan perubahan selama masa kepimpinannya.

“Saya imbau selama kepimpinan saya, para pemimpin di kampung selama 6 Tahun kedepan harus bisa membangun daerah perkampungannya dengan baik, dan mengelola anggaran secara baik. namun jika sampai selesai kepemimpinan di kampung dan tidak ada pembangunan berarti terjadi permasalahan di situ, dan pasti terungkap,”Tandasnya. [EB/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *