Tak Pandang Pangkat, Wabup Kaimana Aksi Nyemplung Bersihkan Drainase Patut di Contohi

KAIMANA, gardapapua.com — Jabatan atau pangkat/golongan dalam sebuah organisasi atau birokrasi kadang membuat orang merasa bangga dan takut bahkan gengsi untuk mengambil langkah yang justru akan merendahkan pangkat jabatan/golongan yang disandangnya.

Namun itu tidak berlaku dalam kegiatan aksi bhakti sosial yang dilakukan oleh Wabup Kaimana Hasbullah Furuada, yang berani mencebur (Nyemplung,red) diri pada saluran got / drainase untuk membersihkan tumpukan sampah.

Aksi yang dilakukan oleh bapak beranak satu dengan tanpa peralatan khusus dan dilakukan secara spontan, justru membuat dirinya mendapat sanjungan dan pujian, serta buah bibir masyarakat sejagat media Media Sosial penuh positif. Sebab, tindakan yang ditonjolkannya, sontak sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, serta wajib dicontohi banyak orang untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Adapun aksi itu dilakukan Wabup Kaimana, Hasbullah Furuada, karena sedih jikalau kawasan tersebut dapat menjadi wilayah langganan banjir karena aliran gorong-gorong / drainase tersebut sering tersumbat akibat sampah, terlebih saat musim penghujan tiba.

Ternyata kebiasaan melayani dengan hati ini, bukan baru pertama kali dilakoni seorang Hasbullah Furuada, yang saat ini menjabat sebagai wakil bupati Kaimana periode 2020-2024.

Menurut informasi, orang nomor dua di jajaran Pemkab Kaimana ini, sejak masih mengenyam pendidikan di perguruan tinggi di kota malang, suka bergaul dan suka berbagi dan melayani dengan hati sudah dilakukan.

Bahkan saat menjabat sebagai ketua Bawaslu beberapa Tahun lalu hingga ketua KPU Kaimana, dirinya banyak membantu masyarakat yang mempunyai kekurangan dengan berkat finansial yang didapatnya, dan tak memikirkan kekayaan yang harus didapat dari jabatan yang dipercayakan negara kepada dirinya.

Meski harus diberhentikan dari jabatan Ketua KPU pada masa pemilu waktu itu, Anak dari Suku Irarutu sebuah Kampung di Distrik Arguni Bawah itu tak pernah merasa kecewa, maupun rasa minder. Sebab menurutnya, sebuah pangkat dan jabatan, adalah anugerah dari sang ilahi, kepada mereka yang bekerja dengan sabar dan sepenuh hati untuk melayani.

Rendah hati dan mendekatkan diri dengan Allah menjadi bagian yang tak terlewatkan dari kegiatan seharinya, hinggga pada Pemilu 2020 setelah dipinang Freddy Thie, untuk mendapimpinginya sebagai wakil Bupati maju dalam perhelatan Pilkada 2020, akhirnya membuahkan hasil.

Tanggal 26 April 2021 dirinya Bersama Freddy Thie Resmi dilantik Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kaimana Periode 2020-2024, setelah menjabat rutinitas mengunjungi dan melihat keluhan masyarakat terus dikedepankannya dalam program kerja.

Hasbullah Furuada, dalam ketarangan singkatnya kepada wartawan saat di wawancarai, pada senin (19/7/2021) mengatakan, bahwa melayani tidak harus menunggu ketika mendapat jabatan,tetapi harus terpatri dalam diri kita.

” Itu adalah panggilan hati, jadi tidak harus kita menunggu perintah baru kita lakukan, atau harus duduk di kursi pejabat,”Ujarnya

Melayani, kata Wakil Bupati, merupakan amanah dan nasehat dari orang tua,”Dikala kami mau kuliah inilah bekal yang dititpkan oleh bapak dan ibunya, kalau besok habis kuliah dan menjadi orang besar, kita harus tetap melayani dan membantu basodara yang membutuhkan pertolongan kita apapun adanya keadaan kita,”Ucapnya

“Dan memang untuk mengetahui apa yang mengakibatkan tergenangnya air pada rumah masyarakat memang saya langsung turun dan mengeceknya secara dekat saat hujan ternyata ada melihat beberapa warga ditengah turunnya hujan membersihkan drainasi, setelah dicek ternyata ada kesumbat karena jembatan disamping gedung Krooy itu patah dan tersumbat sehingga saya bersma warga setempat secara bersama membersihkannya,”Terangnya

Pak hasbull sapaan akrabnya, ditengah pergaulan dengan masyarakat, seperti yang diberitakan sebelumnya, sejak beberapa Minggu menjabat sebagai wakil bupati dalam safari Ramadhan 1 Syawal 1442 Hijriah, aksi yang sama juga dilakukannya yakni memikul beberapa katung beras mengunakan pakaian dinas untuk dibantukan kepada anak yatim di distrik Arguni, aksi pikul beras ini pun diapresiasi oleh warga. [JO/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *