DP3AKB Manokwari Launching Layanan Program KB – MKJP

MANOKWARI, gardapapua.com — Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui dinas DP3AKB Kabupaten Manokwari resmi me-launching program layanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou, selasa (2/3/2021), bertempat di Puskesmas Sowi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.

Dalam acara pembukaan tersebut Bupati turut didampingi kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Bererncana (DP3AKB) Manokwari Rumere Maria Magdalena, dan disaksikan langsung oleh Inspektur Utama BKKBN Ari Dwikora Tono yang didampingi oleh Pimpinan BKKBN Papua Barat Philmona M Yarollo.

Bupati Manokwari saat membuka kegiatan Uji Coba KB -MKJP

Mengawali sambutannya, Bupati Manokwari Hermus Indou menyambut baik penerapan program layanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Kabupaten Manokwari.

Hal itu tentunya bertujuan menjaga keseimbangan laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan kualitas penduduk di Kabupaten Manokwari kedepannya semakin baik terkontrol sejak telah dilaksanakannya program ini.

Di samping itu juga guna menggalakkan program bangga kencana dan penurunan angka stunting. Sehingga agar Program ini bisa berhasil tentu menjadi tanggung jawab semua pihak bukan saja menjadi tanggungjawab DP3AKB.

Perlu diketahui bahwa Metode KB – MKJP adalah salah satu metode kontrasepsi yang menggunakan alat kontrasepsi yang telah teruji untuk menunda serta menjarakan proses kehamilan. Metode kontrasepsi jangka panjang ini menurut Bupati Hermus, memiliki efektivitas yang tinggi, sehingga sangat baik digunakan untuk menunda proses kehamilan terjadi. Metode kontrasepsi yang digunakan dalam program ini adalah metode Implan dan IUD, dimana metode ini juga memiliki manfaat yang cukup banyak.

“Jangka waktu pemakaian yang cukup panjang. Untuk Implan biasanya jangka waktunya 3 tahun, sedangkan IUD bisa capai 5 – 10 tahun. Selain itu metode kontrasepsi KB – MKJP ini tidak menganggu produksi ASI serta menganggu fungsi seksualitas wanita,”Jelas Bupati Hermus Indou

Sehingga diharapkan, masyarakat manokwari khususnya bagi para wanita yang masih diusia subur serta telah berkeluarga khususnya, untuk dapat menggunakan program KB – MKJP ini guna mengatur skala perencanaan proses kehamilan dan melahirkan.

“Ini sangat aman bagi wanita usia subur yang telah menikah. Tentu disesuaikan pula dengan kondisi medis. Manfaatnya juga dapat merencanakan menjadi keluarga yang berkualitas. Sebab keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, maju dan mandiri, harmonis serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,”Paparnya

Sisi lain, keuntungan dengan mengatur pola jarak kehamilan hingga kelahiran anak Wanita diusia subur dapat turut mengatur dan membina keluarganya secara baik, dan merencanakan keuangan keluarga dengan baik bersama suami serta menjaga keharmonisan keluarga.

“Jika setiap keluarga subur mampu mengatur pola ini maka keluarganya tentu akan sejahtera, dan mampu memberikan sumbangsih lahirnya generasi – generasi yang berkualitas dan akan sangat berguna bagi penerus pembangunan daerah di masa mendatang,”Harapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan KB (DP3AKB) Kabupaten Manokwari, Rumere Maria Magdalena, S.Sos., dalam wawancaranya kepada para wartawan mengatakan, bahwa peluncuran uji coba KB MKJP ini, bagian dari upaya pemerintah mencapai penduduk tumbuh seimbang. Juga, melalui Program Uji Coba Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang menggunakan Dana BOKB tahun 2021 tersebut dapat menjawab tantangan pelayanan KB di kabupaten manokwari.

Selain itu diharapkan, merupakan wadah sinergitas antara pemerintah daerah dan lintas sektor guna berkoordinasi secara baik dan berkesinambungan dalam manajemen pelayanan KB.

“Untuk itu ditahun 2021 ini kita mulai dengan uji coba. Dimana untuk satu wilayah sektor ditargetkan mampu menyentuh 15 jiwa /orang, keterwakilan untuk mengikuti implementasi metode program KB MKJP ini yakni Implan dan IUD. Awal februari kami sebenarnya sudah sasar ke wilayah distrik prafi. Sehingga dengan telah dilaunching ini diwilayah diatrik manokwari selatan, targetnya 9 wilayah distrik lainnya secara keseluruhan bisa cepat kami rampungkan dan sasar untuk penerapan metode kontrasepsi jangka panjang ini,”Papar Kadis (DP3AKB) Manokwari, Rumere Maria Magdalena, S.Sos.

Adapun Alokasi BOKB yang diberikan di untuk wilayah Kabupaten Manokwari per tahun 2021 berkisar kurang lebih senilai Rp. 2 Miliar. Dana ini, sebut Magdalena, diperuntukan untuk melaksanakan capaian kegiatan kontrasepsi jangka panjang, pengelolaan stanting serta pelayanan – pelayanan untuk pembinaan kelompok masyarakat sesuai usia.

“Jadi itu kelompok perusia di masyarakat. Mulai dari pembinaan Usia Balita Kebawah (BKB) yang bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang si anak agar mendapatkan Gizi sesuai umur pertumbuhannya, sementara Bina Kelompok Remaja (BKR) berkaitan pembinaan terkait masalah – masalah remaja kekinian, agar tidak terjerumus ke hal – hal yang tidak diinginkan salah satunya (Kawin diusia dini), dan kelompok Bina Lansia (BKL), mencakup pembinaan keluarga lanjut,”Bebernya. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *