Pabrik APD Bakal Hadir di Papua Barat ?

MANOKWARI, gardapapua.com — Pabrik Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 digadang – gadang bakal dibangun di Ibukota Provinsi Papua Barat, Kota Manokwari.

Demikian hal itu diketahui dalam Rapat kerja terbatas bersama gubernur provinsi papua barat yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Pemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Muhammad A. Tawakal bersama pihak mitra produsen PT. Papua Gemilang Sejahtera, pada Jumat (19/2/2020) malam, di salah satu ruangan hotel di Manokwari.

Dalam kesempatan itu turut dihadiri beberapa jajaran OPD terkait di lingkup pemprov papua barat antara lain Dinas Kesehatan, BPBP Papua Barat, Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat, Inspektorat, serta beberapa OPD lainnya.

Dimana dalam perencanaannya, skema pendirian pabrik APD Pandemi Covid -19 adalah kerjasama antara PT. Papua Gemilang Sejahtera dengan koperasi ASN Provinsi Papua Barat Kasuari Sejahtera Mandiri.

Komisaris PT. Papua Gemilang Sejahtera, dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes dalam pemaparan singkatnya menjabarkan, bahwa pihaknya mampu memproduksi APD dengan standarisasi untuk tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona covid-19 sesuai kebutuhan didaerah khsusunya papua barat.

” Kami pada prinsipnya sangat siap dan berharap agar kedepan pelaksanaan kerjasama ini dapat terwujud,”Ucap dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes

Menurut Rosaline, Sektor Industri menjadi Penggerak Utama Pembangunan Ekonomi Nasional, karena telah mampu memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan nilai tambah, lapangan kerja dan devisa, serta mampu memberikan kontribusi yang besar dalam pembentukan daya saing nasional.

Selain itu, Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (Ripin) 2015 – 2035 sebagaimana ditetapkan dengan peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2015 dan disusun sebagai pelaksanaan amanat Undang-undang No. 3 Tahun 2014 Tentang perindustrian, serta menjadi pedoman bagi Pemerintah dan Pelaku Industri dalam Perencanaan Pembangunan Industri.

Pandemi Covid-19 terjadi di awal tahun 2020, menimbulkan gaya hidup baru yang mengacu pada protokol kesehatan juga berdampak pada peningkatan kebutuhan Hazmat, Masker dan Hand Sanitizer. Sehingga melalui kerjasama ini dipastikan dapat membantu kinerja tim gustu papua barat dan seluruh tim kabupaten/kota terkait Percepatan Penanganan Covid-19 dalam hal penyediaan kebutuhan APD secara cepat dan tepat.

Dalam perjalanannya, disebutkan bahwa PT. Papua Gemilang Sejahtera berkomitmen memberikan produk -produk berstandar WHO atau Kementerian Kesehatan RI. Ini dibuktikan sejak awal masa pandemic covid-19, PT. Papua Gemilang Sejahtera telah memproduksi Baju Hazmat dengan material Polypropilene hingga saat ini Microporous.

“Pemilihan material ini bukan tanpa alasan, kami tentu pertimbangkan keamanan dan kenyamanan pengguna Hazmat dalam menangani Pasien Covid-19. Ijin Produksi, edar produk, hingga proses pengujian bahan material sudah lolos Uji LAB,”Sebut Rumaseuw.

Sementara itu, Kadinkes Papua Barat Otto Parorrongan, S.Km, M.Kes setelah mencermati paparan dari Komisaris PT. Papua Gemilang Sejahtera, dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M.Kes, sangat mengapresiasi langkah – langkah kemitraan kerjasama ini dapat terwujudkan.

Advertorial Pesparawi Ke-XIII

Mengingat, Kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di wilayah papua barat memang cukup besar diperlukan setiap waktu selama masa pandemi covid-19.

“Jadi contoh saja, setiap tenaga kesehatan kita khususnya yang melayani pasien covid-19 saat telah menggunakan baju pelindung diri atau alat pelindung diri itu hanya maksimal 4 – 6 jam harus diganti. Jadi kebutuhannya sangat banyak. Apalagi Fasilitas Kesehatan (Faskes) diwilayah papua barat ini cukup banyak. Dimana seperti Rumah Sakit (RS) Pemerintah / Swasta, Puskesmas, Klinik dan Praktek Mandiri cukup banyak,”Terang Kadinkes Otto Parorrongan

Sehingga melihat potensi ini, sebisanya disetujui dan diatur sedemikian baiknya dalam pengelolaan agar melalui kerjasama ini dapat diwujudkan tentu sangat menguntungkan pihak pelayanan kesehatan didaerah.

“Selain menghemat biaya operasional pendistribusian APD, juga dapat memproduksi dan memenuhi sendiri kebutuhan APD, dan disisi lain baiknya dapat membuka lapangan pekerjaan,”Ujar Kadinkes Otto Parorrongan

Bentuk dukungan senada disampaikan juga oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua Barat, Stepanus Selang. Dimana sangat mengapresiasi usulan terbentuknya pengembangan pembangunan Pabrik Alat Pelindung Diri (APD) ini dengan metode kerjasama koperasi.

“Kedepannya, diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga. Selain itu, mendukung cepat terpenuhan Alat Pelindung Diri (APD) selama pandemi covid-19 ini. Dimana selama ini yang didatangkan dari luar daerah dengan biaya yang cukup tinggi akan menekan biaya itu dan menyerap ketenagakerjaan lokal disitu,”Paparnya. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *