Disangka Pasien Covid19, Seorang Pria Hebohkan Warga Kp. Arowi 2 Manokwari

MANOKWARI, gardapapua.com — Seorang pria yang tak dikenal asalnya, senin (25/5/2020), pagi sekira pukul 09.00 wit, menggegerkan warga kompleks Arowi, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari.

Dimana pria tersebut, sesuai beberapa postingan dimedia sosial masuk kedalam rumah keluarga Marani, tepatnya di komplek perkampungan mansebi arowi 2 jalur 4, dengan menggunakan motor mio matic.

Sesuai keterangan informasi, orang tersebut datang dan masuk ke rumah keluarga Marani, dengan alasan ingin meminjam toilet, dengan keadaan yang sangat membingungkan, orang rumah hanya membiarkan orang tersebut memasuki rumah dan menggunakan toilet, saat di toilet menurut pengakuan orang rumah, orang tersebut cukup lama di dalam toilet sekitar 5 menit lebih, dan setelah keluar langsung menuju kursi yang ada di ruang tamu, dengan kondisi yang sangat mencurigakan yang sangat lemas, dengan menggunakan masker, dan ada bekas plester di tangannya.

Menurut warga, kepada pria tersebut sempat ditanyai, namun orang tersebut hanya duduk diam dengan kondisi lemas dan mata tertutup, melihat kondisi dan keadaan yang aneh maka orang rumah langsung memberitahukan warga dan keadaan di sekitar menjadi rame dan panik.

Masyarkat yang datang langsung marah dan panik, namun tidak ada yang berani mendekati orang tersebut, karena takut orang tersebut diduga merupakan salah satu orang yang suda terinfeksi covid 19.

Kepanikan warga yang hampir lebih dari satu jam lebih dapat sedikit redah setelah adanya petugas dari kepolisian dan babinsa yang datang untuk mengamankan lokasi, dan setelah itu tim covid dan petugas dari Polda Papua barat yang menggunakan APD lengkap untuk mengevakuasi orang asing tersebut, serta melakukan penyemprotan dezin vektan, dan melakukan pemeriksaan suhu badan.

Yang bersangkutan lalu dievakuasi oleh petugas covid, menggunakan ambulanve kepolisian dan selanjutnya di bawah menuju rumah sakit provinsi Papua barat Marina amban, setelah di efakuasi petugas juga langsung melakukan penyemprotan rumah dan daerah sekitar.

Setelah keadaan sudah lebih membaik, petugas juga memberikan penjelasan untuk meredakan kepanikan warga sebelum meninggalkan tempat kejadian.

Sementara itu, kepala kampung arowi George krey, mengatakan setelah di efakuasi dan di periksa harap segerah memberitahukan kepada kami kepala kampung dan warga arowi, sehingga tidak menjadi kepanikan yang berlebihan di dalam masyarkat. [*/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *