Wujud Toleransi, Warga Gereja di Raja Ampat Rayakan Idul Fitri 1441 Bersama Pekerja Bangunan Muslim

WAISAI, gardapapua.com — Tujuh orang pekerja bangunan yang beragama muslim mendapat kejutan di hari raya idul fitri 1441 Hijriah oleh warga kelompok gereja di Kabupaten Raja Ampat.

Hal itu dilakukan oleh Warga Desa Yenbeser, Distrik Waigo Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, saat memberikan jamuan makan pada saat Hari Raya Idul Fitri, pada minggu 24 mei 2020 kemarin dalam nuansa jamuan kasih bersama.

Tindakan warga tersebut sontak viral di media sosial (medsos) Facebook. Ini berdasarkan postingan salah satu warganet dengan akun bernama Zeth Dimara pada group sosial media facebook Gempar Emas Raja Ampat, 24 Mei 2020.

Postingan tersebut, sejak diunggah dan berita ini dipublish terpantau telah mendapatkan 160 like, 28 komentar.

Sesuai penulusuran informasi awal, bahwa ketujuh pekerja bangunan itu, berada di Yenbeser karena terlibat pembangunan gereja setempat, dan memang niat untuk ke kampung halaman guna merayakan Idul Fitri 1441 H terpaksa diurungkan karena dampak COVID19, serta kebijakan daerah menutup sementara semua akses masuk dan keluar orang dari wilayah Kabupaten Raja Ampat.

Sehingga melihat hal tersebut, dan sebagai wujud toleransi umat beragama, Warga Desa Yenbeser yang beragama nasrani, kemudian melaksanakan kegiatan jamuan kasih bersama untuk menunaikan syukur dan menjadi keluarga bagi mereka para pekerja bangunan tersebut di perantauan.

Raut wajah bahagia terpancar dari ketujuh pekerja bangunan itu, walaupun tak bisa merayakan nuansa lebaran di kampung halaman di pulau jawa, namun sedikit terobati atas tindakan persaudaraan yang dilakukan oleh umat Nasrani yang jauh di sebuah desa di Kabupaten Raja Ampat. [DM/TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *