Kader Hanura Sesalkan Deklarasi Dukungan untuk Hermus-Edi Tanpa Koordinasi

MANOKWARI, gardapapua.com – Keputusan DPC Hanura Manokwari yang diduga memberikan dukungan kepada pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Manokwari, Hermus Indou-Edi Budoyo disayangkan oleh salah satu kadernya, Pitter Leiwakabessy.

Pitter Leiwakabessy yang juga selaku, Wakil Ketua DPD Hanura Provinsi Papua Barat itu mengaku kecewa, lantaran DPC Hanura Manokwari tidak melakukan koordinasi dan mendahului keputusan DPP dan DPD dengan ikut melakukan deklarasi tanpa persetujuan dukungan atas nama Partai Hanura.

“Terus terang kami agak kecewa dengan DPC tanpa koordinasi. Kita ini hati nurani rakyat, kita bergerak dari hati nurani. Kepergian Almarhum Bupati Demas Mandacan kan belum 40 hari. Kenapa tiba-tiba Partai Hanura juga ikut dalam deklarasi,”Kata Pitter kepada gardapapua.com, selasa (12/5/2020).

Menurut dia, alangkah baiknya dukungan yang telah diberikan DPC Hanura Manokwari harus ditinjau ulang terlebih dahulu dan dikembalikan ke DPP melalui DPD dengan melakukan kajian ulang.

Mengingat proses tahapan Pilkada masih jauh sehingga sebuah rekomendasi partai harus berdasarkan hasil survey. “Jadi apakah untuk Hanura (HI) itu masuk dalam hasil survey yang baik atau tidak. Jadi tidak asal memberikan dukungan begitu saja,” tuturnya.

Ia pun berharap untuk ke depannya tidak lagi terjadi hal demikian. Menurutnya untuk segala sesuatu yang baik, harus ada komunikasi dan koordinasi yang baik pula.

Dengan demikian, munculah sikap untuk saling menghargai. Karena apa yang dilakukan DPC Hanura Manokwari tidak menghargai DPD dan DPP. “Sikap ini kan tidak menghargai DPD dan DPP. Ini bisa kena sanksi administrasi,” kata Pitter.

Dihubungi terpisah, Ketua DPC Hanura Manokwari Richard Rumbarar mengatakan apa yang dilakukan koalisi partai untuk Hermus-Edi dalam pertemuan di Manokwari beberapa hari lalu bukanlah deklarasi tapi perkenalan kedua bakal calon Bupati dan Wakil Bupati ke publik.

Ia menegaskan keputusan Partai Hanura untuk mendukung salah satu calon belumlah final setelah ada perubahan pasangan calon.

“Kita kan baru kasi masuk dokumen calon. Dan yang kemarin bukan deklarasi. Karena sampai hari ini belum ada SK dan juga belum ada pengusulan,” ujarnya.

Terkait dukungan, ia menambahkan, karena wabah corona perintah dari pusat (DPP) untuk tidak melakukan kegiatan apapun.

“Jadi kita sudah komunikasi dengan pusat dan mengikuti perintah. Jadi kemarin itu kan belum sampai finish. Itu baru dalam posisi dukungan untuk persiapan calon saja. Kita belum, nanti tunggu ada SK dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, pasangan Hermus Indou-Edi Budoyo telah melakukan pertemuan di Resto Mansinam Beach yang mana dihadiri koalisi partai di antaranya PDI Perjuangan, Perindo, NasDem, PKPI, PKS, PKB, Demokrat, Gerindra dan Hanura. [*/Rls/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *