Anggota Waraney dan Rekannya Jadi Korban Begal Di Manokwari, saat Cari Makanan Sahur

MANOKWARI, gardapapua.com — Salah satu anggota Waraney Tanah Toar Lumimuut Papua Barat atas nama Vicky Assa dan rekannya yakni michael manumpiring serta fabian salim minggu (3/5/2020) menjadi korban pembegalan di Manokwari, Papua Barat.

Yahya Maabuat, selaku ketua waraney Papua Barat, yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa naas yang menimpa salah satu anggotanya bersama rekannya tersebut.

Pada sebuah percakapan via whatsapp, Yahya menjelaskan, bahwa akibat insiden peristiwa itu, dua korban menderita beberapa luka sabetan di bagian pinggang belakang, lengan dan kepala akibat senjata tajam, sementara satu lainnya berhasil lolos dari sabetan alat tajam dan mencari pertolongan.

Kronologis kejadian, dituturkan oleh Yahya, bahwa kejadian terjadi pada subuh, minggu (3/5/2020) dinihari, sekira pukul 04.00 pagi, saat itu para korban hendak mencari menu makanan berbuka sahur karena, para korban adalah kelompok pemuda yang tinggal di kos-kosan dengan kondisi seadanya.

” Mereka saat itu, keluar dari tempat kos yang ada di wosi dalam dengan maksud untuk mencari makan. jadi karena di sekitaran wosi sudah tidak ada warung makan buka mereka coba cari dijalan merdeka dengan menggunakan sepeda motor ke arah kota,”Ucap Yahya Maabuat.

Aksi saling kejar – kejaran pun terjadi antara ketiga korban yang menggunakan dua sepeda motor dan para pelaku begal yang diketahui menggunakan sepeda motor jenis KLX Kawasaki dan RX King.

” Saat di jalan merdeka mereka sudah di buntuti oleh 2 motor yang satunya menggunakan motor klx terus motor yang 1nya RX king dan terjadilah kejar kejaran sampai akhirnya pas di jalan baru tepatnya di depan papua hotel korban atas nama Maikel manumpiring kena luka bacok sebanyàk 2x di bagiàn kepala da pada bagian lengan. sementara korban salim kena bacok di bagian belakang, dan anggota saya saat lolos dari kejaran pelaku langsung berteriak mencari bantuan. syukur ada orang yang keluar dari hotel papua setelah mendengar teriakan minta tolong begitu pelaku lihat ada orang keluar dari hotel ketiga pelaku yang belum diketahui identitasnya langsung kabur,”Terangnya

Kedua korban yang sudah tergeletak tak berdaya kemudian bersama beberapa warga sekitar hotel lalu membawa korban ke rumah sakit angkatan laut (RSAL) guna mendapatkan pertolongan medis.

” Kasian ini Anggota Saya (Waraney) dia bersama temanya cari makan Sahur kok di beginikan. seandainya aparat sudah tidak mampu atasi mereka mari kita sama – sama Pemerintah buat Regulasi baru agar kami Ormas bisa ada kewenangan penuh juga dalam membatu Polisi memberantas kejahatan jalanan seperti ini,”Harapnya. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *