2024, Ditargetkan Papua Barat Bebas Stunting

TEMINABUAN, gardapapua.com — Kepala Seksi Promosi dalam negeri Direktorat jenderal PDSPKP KKP Gilang Setarina, mengatakan Sorong Selatan merupakan salah satu dari 160 kab/kota di indonesia yang memiliki angka stunting tinggi dan merupakan salah satu target intervensi.

Hal ini dibeberkannya saat membuka rangkaian pelaksanaan safari gemar makan Ikan bagi 4 kampung diwilayah distrik Teminabuan dan Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel,red), (31/10/2019), kemarin.

Diterangkan, bahwa Prevalensi stunting Sorong Selatan tahun 2013 berdasarkan Riskesda adalah sebesar 60,7%. Sehingga dalam rangka penanganan dan pencegahan stunting dapat di lakukan melalui asupan gizi pada saat bayi dalam kandungan usia 0- anak berumur 2,5 thn atau (1000 hari pertama kehidupan).

”Kita sudah melakukan Edukasi Dasar,termasuk Pemeriksaan Kesehatan bagi Balita dan Ibuuntuk itu Kami diminta untuk mengintervensi dan bertanggung jawab terhadap penanganan stunting,”Tuturnya

Sehingga, mengajak untuk bersama menangani stunting secara bersama dan menjadi juru mengkampanyekan memerabgi stunting melalui gemar makan ikan, karena Provinsi papua Barat memiliki Stunting yang tinggi. Selain itu juga sebagai langkah mendukung program dan target pemerintah agar di tahun 2024 nanti Sorong Selatan dan Papua Barat secara umum dapat bebas dari Stunting.

Sementara itu, Wakil Bupati Sorong Selatan Drs Marthinus Salamuk saat memberikan sambutan dalam pembukaan pelaksanaan Safari Gemar Makan Ikan bagi 4 kampung diwilayah distrik Teminabuan dan Distrik Seremuk diantaranya Kampung Seribau, Magis, Gamaro dan Tofot yang diprogramkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. dipengaruhi oleh pola makan, pola asuh dan sanitasi.

Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Sehingga melalui rangkaian kegiatan safari gemar makan ikan yang telah dilaksanakan dan dalam rangka penanganan stunting tersebut, dinilai sangat cocok dilakukan karena potensi perikanan kabupaten sorong selatan dibidang perikanan cukup melimpah seperti ikan dan udang kepiting dan lain sebagainya yang mana dapat di manfaatkan untuk pemenuhan konsumsi masyarakat.

” Saya targetkan sorong selatan dapat bebas stunting di tahun 2024 dan tentunya diringi dengan berbagai sector lainya diantaranya adalah dibidang kesehatan tentunya,”Harapnya

“Ikan merupakan salah satu sumber protein yg memiliki zat gizi tinggi yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu protein, vitamin, mineral dan omega 3. Pemerintah kab sorong selatan saat ini mulai melakukan pencegahan dan penanganan stunting melalui protein ikan,”Tambahnya

Kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat, serta menjadikan komoditas perikanan sebagai salah satu solusi dalam penanganan permasalahan gizi masyarakat,

“Saya mengajak masyarakat sorong selatan, agar dapat memperbanyak konsumsi ikan. sebab ikan sebagai sumber protein hewani terbaik untuk pemenuhan gizi keluarga serta bagus untuk kesehatan dan pertumbuhan anak,”Paparnya

Wabup menjelaskan, bahwa Pemda tidak akan berhenti menyosialisasikan gemar makan ikan di setiap kesempatan. Hal ini tentunya dengan melibatkan seluruh sektor termasuk peran tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP-PKK), kabupaten Sorong Selatan dan organisasi perempuan lainya kiranya mampu membantu menurunkan angka kasus stunting secara signifikan.

Isak Meres SH selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Sorong Selatan menyampaikan terima kasih yang sangat besar kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang telah melaksanakan program kerja di kabupaten Sorong Selatan.

” Saya berharap dengan dilaksanakan kegiatan di 4 kampung ini kiranya dapat menjadi contoh bagi kampung yang lainya agar dapat menerapkan gemar makan ikan untuk menekan stunting,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini KKP RI juga menyerahkan Paket yang berisi Biskuit Ikan, Fish Chep dan Botol Minum kepada masyarakat serta makan ikan bersama masyarakat.

Hadir dalam acara ini Kepala Seksi Promosi dalam negeri Direktorat jenderal PDSPKP KKP Gilang Setarina,Kepala Seksi Promosi dan logistic Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Adonia Watem.AMD.Pi ,Ketua TP PKK Provinsi Papua Barat yang diwakili oleh Wakil Ketua Ny. Maria D Mandacan Ketua DPRD Sementara Kabupaten Sorong Selatan Albert Kaliele,ST, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sorong Selatan, serta puluhan warga 4 kampung. [EB/RED]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *