Perpustakaan Nasional RI dan Pemkab R4, Gaungkan Gemar dan Budayakan Membaca

WAISAI, gardapapua.com — Masyarakat dan Generasi milenial di Kabupaten Raja Ampat, dihimbau untuk menjadi generasi cinta dan gemar membaca.

Hal ini dikomitmenkan dalam agenda kerjasama antara Perpustakaan nasional republik indonesia bersama pemerintah kabupaten raja ampat melalui dinas perpustakaan kearsipaan dan dokumentasi kabupaten raja ampat, saat menggelar kegiatan sosialisasi pembudayaan kegemaran membaca, Rabu (10/9/19), pagi.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Bupati Raja ampat Manuel Piter Urbinas,S.Pi,.M.Si, kepala bidang pengkajian pemasyarakatan minat baca, dra.Nanik Suryani M.Si, Asisten III Bidang Administrasi umum Yulianus Mambraku SH, Kepala dinas sosial Martha M.Sanadi.S.pd,.M,Si, Kepala dinas Perpustakaan Kearsipan dan dokumentasi kabupaten Raja ampat, Hasan Tamima, S.Sos, Pustakawan ahli madya perpustakaan Nasional indonesia Drs.dodi Pribadi.MM.,M.Si, Pegiat literasi ibu dwi Renya Rosaria, dan para kelompok para peserta yang berasal dari jajarwn distrik, OPD, Para Ibu bhayangkari dan Persit, tim PKK, perwakilan para Guru TK/paud, dan Guru SMK/MA.

Kepala bidang pengkajian pemasyarakatan minat baca dra.Nani Suryani, M.Si, disela Kegiatan itu menerangkan, bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan kerjasama perpusnas dan pemerintah kabupaten raja ampat.

Dijelaskannya, bahwa Kegiatan membaca adalah separuh bagian dari kehidupan manusia dan merupakan bagian dari mental masyarakat. Ini tentunya sejalan dalam menerangkan bagian dari revolusi mental
yang merupakan icon Perpustakan dan merupakan literasi internasional.

” Perpustakaan memberikan apresiasi bagi pemerintah kabupaten raja ampat atas kesempatan kerjasama ini, dan perlu diketahui bahwa erpustakaan nasional dan propinsi saat ini berhasil membuka minat baca di seluruh daerah indonesia, “Ungkapnya

“Dan tentunya kami memberikan fasilitas bentuk mobil kepada perpustakaan kabupaten raja ampat,untuk peningkatkan kualitas membaca bagi warga masyarakat raja ampat, “Tambahnya.

Sementara itu, Wakil bupati Raja ampat Manuel piter Urbinas,S.Pi,.M.Si, saat membacakan sambutan tertulisnya menjelaskan bahwa, bila mencermati fakta yang terjadi saat ini, tak dipunhkiri telah adanya pergeseran budaya yang kuat yaitu dari budaya membaca ke budaya elektronik.

Masyarakat khususnya anak-anak, kini lebih senang menggunakan, dan memanfaatkan dan menikmati media/sarana elektronik, televisi, media sosial (Facebook), Youtube, dan HP ketimbang membaca buku.

Hal ini menyebabkan minat baca terus menurun karena itu di perlukan sebuah gerakan aksi konkrit untuk membangun kembali kesadaran dan minat baca seluruh elemen, masyarakat khususnya anak-anak kita.

” Sehingga saya imbau mari bersama sosialisasi dan kampanye gerakan menumbuhkan minat baca, agar generasi kita bisa tumbuh dan menjadi generasi dengan budaya membaca harus menjadi sebuah ketubuhan untuk mengembangkan kegemaran membaca, terutama di kalangan anak didik kita di bangku pendidikan sekolah, “Imbuhnya

Wabup berharap, kepada lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal dalam konteks ini, menjadi sangat penting terlebih dahulu peran keluarga melalui kedua orang tualah yang pertama-tama harus membuhkan kegemaran pada anak-anak sejak usia balita.

” Kita bisa memulainya dari menyediakan buku-buku anak-anak di rumah, pula sediakan mainan-mainan yang dapat merangsang anak untuk membaca seperti alfabet dari plastik, puzzle berbentuk Abjad,dan Sebagainya,”Paparnya

“Selain itu sosialisasi gemar membaca sejak dini menjadi keharusan bagi kita semua, jika kita ingin budaya membaca benar-benar tumbuh dikalangan anak-anak kita, karena itu kepada kita semua dan dinas perpustakaan daerah agar terus berupaya membuat program dan kegiatan dan kegiatan yang merangsang minat baca pada anak-anak kita dan kedepan jangan saja di kota waisai tetapi di seluruh kampung,”Tandasnya. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *